WH.Sukabumi – Bencana longsor melanda kawasan Gunung Buled, desa loji kecamatan simpenan kabupaten Sukabumi, pada Kamis (6/3/2025). Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi terus berupaya meninjau kondisi di lapangan. Tercatat, sebanyak 21 titik longsor telah terdeteksi, namun tim gabungan belum dapat mencapai seluruh lokasi terdampak.
“Kepala Pelaksana BPBD Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul, masih dalam perjalanan menuju titik longsor terparah di cimapag Namun, medan yang sulit membuat mereka kesulitan menjangkau lokasi yang terdampak parah.
“Rencana kami meninjau banyaknya kendaraan yang terjebak di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan. Namun, sampai saat ini kami bersama Pak Kasat Lantas belum sampai ke lokasi yang dituju karena sudah ada 21 titik yang perlu dibersihkan,” ujar Deden Sumpena.
Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap dapat mengerahkan tim KR2 agar dapat mencapai lokasi lebih cepat. Namun, kondisi di lapangan yang dipenuhi material longsor membuat proses evakuasi menjadi terhambat.
“Mudah-mudahan tim KR2 dan rombongan bisa sampai lebih dulu ke sana. Yang terjebak sudah pasti mengalami kesulitan karena ada beberapa titik longsor yang menghambat, sehingga evakuasi juga akan sulit. Kami berharap bisa sampai ke lokasi bersama-sama dan melihat langsung kondisi mereka,” tambahnya.
Deden juga mengungkapkan bahwa kejadian longsor kali ini jauh lebih parah dibandingkan dengan bencana serupa pada Desember 2024. Jumlah titik longsor yang terjadi meningkat lebih dari 100 persen.

“Yang pertama, akses jembatan tidak bisa dilalui. Kemudian banyaknya longsoran terakhir ini membuat peralatan kami sangat terbatas karena terbagi ke beberapa titik,” tuturnya. (Nanan apon)
editor : Ida











