Kasat Lantas Polres Sukabumi Bersama Kalak BPBD Sukses Tembus Longsor Cimapag, 31 Titik Longsor Dihadapi

banner 468x60

WH.Sukabumi – Perjuangan panjang ditempuh Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul, bersama Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, untuk mencapai lokasi longsor utama di Kampung Cimapag, Kecamatan simpenan, Kabupaten Sukabumi. Meski menghadapi rintangan berat dan kondisi jalan yang tertutup longsor di berbagai titik, mereka berhasil mencapai lokasi terparah yang terisolir.

“Alhamdulillah, kita sudah sampai di lokasi Cimapag, daerah yang terisolir karena beberapa titik jalan mengalami longsor yang cukup parah. Tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar AKP Arif Saepul.

Menurut AKP Arif, mereka menempuh perjalanan sejauh sekitar 5 kilometer dari titik awal. Saat ini, terpantau sekitar 30 hingga 40 unit mobil terjebak di Kampung Cimapag. Kendaraan tersebut terdiri dari mobil pengangkut sembako, ayam, mobil pribadi, hingga kendaraan dari luar kota.

“Kita akan menggandeng stakeholder terkait, seperti BPBD, PUPR, dan PLN untuk membuka akses dengan mengirimkan alat berat guna membersihkan puing-puing yang menghalangi jalan. Kemarin jembatan Cidadap tertutup untuk kendaraan roda empat, tapi kita usahakan sifatnya kemanusiaan darurat dengan melintasi satu unit mobil alat berat untuk mengevakuasi jalur yang terisolir,” jelasnya.

Ia menambahkan, dua unit alat berat berupa beko telah tiba di lokasi dan mulai bekerja membersihkan material longsor yang menghambat akses jalan.

Sementara itu di tempat yang sama Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyebutkan bahwa ini merupakan hari keenam dari masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dirinya bersama Kasat Lantas berhasil mencapai Kampung Cimapag setelah melewati sekitar 31 titik longsor.

“Alhamdulillah, meskipun ada beberapa kendaraan roda empat terjebak di sini, kondisi pengemudi dan penumpangnya sehat dan aman. Sebagian sudah mulai kembali berjalan ke daerah Pajampangan. Mudah-mudahan dengan pengerjaan dari arah Cimapag dan Kiara Dua, semuanya bisa cepat diselesaikan,” ungkap Deden Sumpena.

Deden menambahkan, proses distribusi bantuan masih difokuskan melalui titik drop di kecamatan. Hal ini dikarenakan akses jalan yang masih sulit dijangkau. “Kami melakukan jalan kaki dengan Pak Kasat Lantas, dan sempat menggunakan motor. Namun, motor terpaksa ditinggalkan di tengah perjalanan. Jadi bantuan di-drop di kecamatan dan disalurkan menggunakan motor-motor engkrek,” katanya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *