WH.Sukabumi – Misteri hilangnya seorang pria paruh baya asal Desa Bumisari, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap dengan cara tragis. Warga dikejutkan dengan penemuan jasad pria bernama Pak Asih di dalam sumur sebuah kebun, setelah empat hari tak diketahui keberadaannya sejak Hari Raya Idulfitri.
Penemuan jenazah tersebut bermula saat seorang warga hendak melaksanakan salat subuh pada Jumat dini hari. Ia mencium bau busuk menyengat di sekitar sumur yang biasanya digunakan untuk keperluan masjid. Kecurigaan pun muncul setelah ia melihat banyak lalat mengerumuni lokasi tersebut.
“Saya waktu itu mau salat setengah empat pagi. Pas lewat dekat sumur, tercium bau menyengat dan banyak lalat. Setelah saya cek ke dalam sumur, ternyata ada jasad,” tutur Ade Gojali, adik korban, saat ditemui.
Sumur itu berada cukup jauh dari rumah korban dan berada di tengah kebun. Selama ini air dari sumur tersebut biasa dimanfaatkan untuk wudu warga sekitar.
Pak Asih, pria berusia 70 tahun yang sehari-harinya bekerja serabutan, terakhir terlihat pada hari kedua Lebaran. Menurut keterangan keluarga, ia sempat bersilaturahmi dengan kerabat dan berfoto bersama sang adik yang datang dari Cimahi.
“Terakhir saya ketemu hari kedua Lebaran. Kami sempat salaman dan foto bareng. Gak nyangka itu momen terakhir,” ujar Ade.
Setelah beberapa hari tak ada kabar, keluarga mencoba menghubungi anaknya yang tinggal di Bogor. Namun ternyata Pak Asih tidak pernah sampai di tujuan. Pihak keluarga pun mulai cemas dan melakukan pencarian ke berbagai tempat, namun hasilnya nihil.
Ade mengaku sempat mencari petunjuk dengan mendatangi orang pintar, karena pencarian secara fisik tak membuahkan hasil. Empat hari setelah kepergian sang kakak, barulah tanda-tanda muncul dari bau busuk yang berasal dari sumur tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cikidang, Angga Lesmana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut proses evakuasi jenazah langsung dilakukan bersama tim gabungan setelah laporan diterima.
“Saat ditemukan, jasad sudah dalam kondisi tidak utuh. Namun pihak keluarga masih bisa mengenali ciri-ciri pakaian korban seperti sarung, jaket, dan sepatu,” kata Angga. (Nanan apon)
editor : Ida











