WH.SUKABUMI – Sebuah ruang kelas di SDN Batununggul yang berada di Kampung Batununggul, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi, roboh pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIB. Peristiwa tersebut terjadi ketika aktivitas belajar mengajar sedang tidak berlangsung karena masa libur sekolah.

Kondisi itu membuat tidak ada siswa maupun guru yang berada di dalam bangunan saat kejadian, sehingga insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Dodo, warga sekitar sekolah yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi, mengatakan dirinya sempat terkejut ketika mendengar suara keras dari arah sekolah.
“Saya mendengar suara seperti bangunan runtuh. Setelah saya lihat ke arah sekolah, ternyata salah satu ruang kelas sudah roboh,” kata Dodo.
Kepala SDN Batununggul, Maryati, S.Pd menjelaskan bahwa bangunan yang ambruk tersebut sebenarnya sudah lama mengalami kerusakan.
Bahkan menurutnya ada beberapa ruang kelas yang kondisinya sudah tidak layak sejak beberapa tahun terakhir.
“Di sekolah kami ada tiga ruang kelas yang kondisinya rusak. Kami sudah beberapa kali mengajukan perbaikan ke dinas terkait,” ujar Maryati.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2019 sempat ada tim yang datang melakukan peninjauan ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan sekolah tersebut.
“Waktu itu ada tim survei datang, termasuk konsultan. Tapi setelah itu belum ada tindak lanjut perbaikan dalam waktu dekat,” katanya.
Menurut Maryati, bantuan rehabilitasi baru terealisasi beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2024. Namun perbaikan saat itu hanya mencakup dua ruang kelas.
“Yang diperbaiki hanya dua ruang belajar, sedangkan ruang kelas yang sekarang roboh tidak termasuk dalam program rehabilitasi tersebut,” jelasnya.
Saat ini SDN Batununggul memiliki sekitar 170 siswa dengan 11 orang tenaga pengajar yang tetap menjalankan kegiatan pendidikan meskipun kondisi fasilitas sekolah masih terbatas.
Peristiwa robohnya bangunan sekolah itu pun menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga dan orang tua siswa.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan aman.
Bima, salah satu tokoh pemuda setempat, berharap perbaikan ruang kelas yang rusak bisa segera dilakukan.
“Kami berharap pemerintah bisa segera memperbaiki bangunan yang rusak ini.
Jangan sampai saat anak-anak sedang belajar justru terjadi kejadian seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Cimanggu, Dusep Sadeli, mengatakan pihaknya akan segera meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Kami akan mengecek langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya,” kata Dusep.
Reruntuhan bangunan yang kini masih berada di area sekolah menjadi pengingat pentingnya perbaikan sarana pendidikan agar kegiatan belajar para siswa dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
(Nanan apon)
editor : Ida











