WH.SUKABUMI – Warga Kampung Datar Nangka, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, mendesak agar alat berat segera diturunkan untuk menangani material longsoran yang mengancam keselamatan mereka. Bukit di wilayah tersebut mengalami pergerakan tanah pada 4-5 Desember 2024, menyebabkan satu rumah rusak berat dan tiga lainnya terancam.
Kepala Desa Tegalbuleud, Ramdan, mengatakan bahwa penanganan darurat telah dilakukan oleh warga setempat dengan bantuan tim Raider 300. Namun, upaya tersebut terhenti karena kondisi bukit yang berbahaya.
“Di atas bukit ada kubangan yang mengandung air. Kondisi ini memicu rembesan yang berpotensi menyebabkan longsor susulan. Kami menghentikan aktivitas penanganan demi keselamatan warga,” ujar Ramdan, Kamis (25/12/2024).
Ramdan mengungkapkan bahwa pihak desa sudah mengajukan permohonan alat berat kepada instansi terkait, tetapi hingga kini belum ada realisasi.
“Kami sangat berharap pemerintah segera mengirimkan alat berat ke lokasi untuk menstabilkan bukit dan mencegah bencana lebih besar,” tambahnya.
Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) telah meninjau lokasi longsoran. Menurutnya, keterbatasan alat berat menjadi kendala utama penanganan longsor di Kampung Datar Nangka.
“Saat ini alat berat yang tersedia masih difokuskan untuk penanganan di Desa Bangbayang. Kami sudah melaporkan kondisi ini, dan kami berharap lokasi yang benar-benar urgen segera diprioritaskan,” tutup Encep. (Nanan apon)
editor : Ida











