WH.Nganjuk – Ditengah Pemerintah Kang Marhaen dan Mas Handy berbenah jalan di Kabupaten Nganjuk,nampaknya tetap akan menjadi PR panjang di Kota Bayu. Bagaimana tidak material tambang dari jombang diduga malah dominisasi pengurukan di salah satu berdirinya calon perusahaan di Desa Dawuhan Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk.
Kekecewaan juga nampak terlukis dari suara masyarakat sekitar, Dimana pengusaha yang masuk nampaknya juga tak libatkan warga dalam pekerjaan bahkan tak berikan sosialisasi di tingkat desa prihal ijin dan bergerak di bidang apa PT yang akan di bangun.
Yulma aktifis salam lima jari bersama warga di depan PT tersebut melantangkan teriakan protes kepada pengusaha pada Jum’at pagi 13/3/26,Cuitan tersebut adalah karena tak di libatkannya warga dalam masa pembangunan yang saat ini tengah di masa pengurukan ,juga duduk bersama prihal dampak lingkungan yang timbul terutama debu.
Sementara itu Eko selaku warga sekitar mengaku kecewa dengan tindakan pengusaha yang seolah menutup diri ,serta komunikasi kepada masyarakat. Atas segala dampak yang di timbulkan terutama debu.
“Ini debunya mas terutama,sosialisasi juga tidak pernah bahkan kepala Desa sampai perangkat setempat sudah kami tanyai mengaku tidak tahu menahu pekerjaan disini. Perusahaan bergerak di bidang apa saya juga tidak tahu,lalu penanganan nanti kalau ada dampak lingkungan bagaimana,ijinnya bagaimana,lalu bahan uruk ini juga dari jombang bukan tambang di Kabupaten Nganjuk”
Harapan saya segera ada sosialisasi juga alangkah baiknya diambilkan bahan urukan dari Nganjuk saja. Sebab ini wilayahnya kabupaten nganjuk. Jadi harus tambang yang membayar pajak di Nganjuk juga tentunya
editor : Ida











