Anggaran Harus Terserap, Kualitas Tak Boleh Tergilas! Pesan Tegas Kepala Satker PJN I Bengkulu
WH.BENGKULU – Menjelang berakhirnya Tahun Anggaran (TA) 2026, penyerapan anggaran pada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu, khususnya Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I, dilaporkan berjalan normal.
Kepala Satker PJN I BPJN Bengkulu, Tendi Hardianto, S.T., M.T., mengimbau seluruh kontraktor pelaksana agar memaksimalkan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target, tanpa mengesampingkan kualitas dan mutu hasil pembangunan.
Tendi menegaskan, percepatan pekerjaan menjelang akhir tahun tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan standar teknis maupun spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak. Ia mengingatkan agar tidak ada pekerjaan yang diselesaikan secara terburu-buru hingga terkesan asal-asalan dan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Menurutnya, penyerapan anggaran harus berjalan seiring dengan pencapaian kualitas pekerjaan. Artinya, bukan sekadar mengejar realisasi anggaran, tetapi juga memastikan setiap pembangunan jalan dan jembatan memberikan manfaat nyata serta memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Anggaran yang sudah diperuntukkan bagi PJN Wilayah I ini harus terserap sebagaimana mestinya, agar pemerintah pusat percaya bahwa Provinsi Bengkulu benar-benar membutuhkan anggaran dari pusat. Apabila anggaran tahun ini tidak terserap, maka anggaran akan dikembalikan ke pusat dan penilaian kinerja kami menjadi tidak baik. Itu tentu merugikan Provinsi Bengkulu karena menjadi evaluasi Pemerintah Pusat untuk pengalokasian TA 2027,” ujar Tendi.
Ia menjelaskan, anggaran yang tidak terserap akan menjadi sisa anggaran yang dikembalikan kepada pemerintah pusat. Karena itu, pelaksanaan program pembangunan harus dioptimalkan sesuai perencanaan, ketentuan kontrak, dan peruntukannya.
Menurut Tendi, hal tersebut juga berkaitan dengan kepercayaan pemerintah pusat terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di Provinsi Bengkulu. Realisasi anggaran yang baik, disertai kualitas pekerjaan yang terjaga, diharapkan menjadi pertimbangan positif dalam mendukung alokasi anggaran pembangunan pada tahun berikutnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Tendi menyampaikan bahwa infrastruktur jalan dan jembatan memiliki arti penting bagi kehidupan masyarakat. Infrastruktur bukan hanya tentang aspal dan beton, melainkan juga tentang membuka akses, menghubungkan wilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bagi kami di BPJN Bengkulu, aspal dan beton bukan hanya sekadar material konstruksi. Di balik setiap jengkal jalan yang tersambung, ada harapan para petani untuk mengangkut hasil panen, ada anak-anak yang menuntut ilmu, dan ada keluarga yang merindukan perjumpaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, setiap ruas jalan dan jembatan yang dibangun harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Infrastruktur yang berkualitas diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, meningkatkan aksesibilitas, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur nasional di Provinsi Bengkulu tidak hanya berorientasi pada penyelesaian target fisik dan penyerapan anggaran, tetapi juga harus mampu menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Editor : Ida
