Pengembangan Fasilitas Aerosport di Cihaur Simpenan: Dari Rencana Pertambangan Hingga Wisata Dirgantara

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Di Cihaur, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, lahan seluas lebih dari 40 hektare yang awalnya dibeli untuk pertambangan kini dialihkan untuk kepentingan umum.

“Pembukaan lahan ini bukan semata-mata untuk fase penerbangan. Awalnya, tanah ini kami beli untuk pertambangan. Namun, karena pertambangan tidak memungkinkan di pemukiman, secara otomatis niat itu kami alihkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Kusheryanto.

Menurut Kusheryanto, lahan tersebut sejak 45 tahun lalu telah direncanakan untuk ditingkatkan menjadi fasilitas umum di bidang aerosport. Beliau menyampaikan bahwa nantinya akan dibangun fasilitas pendukung aerosport yang utamanya menunjang pariwisata aeromoto dan lingkungan geopark. Intinya, tanah tersebut akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Mengenai dimensi landasan, Kusheryanto menjelaskan bahwa untuk runway, lebar 30 meter dan panjang 800 meter sudah dianggap cukup. Secara bertahap, target maksimumnya adalah mencapai panjang sekitar 900 meter. Untuk pesawat-pesawat kecil, panjang runway sekitar 100 hingga 200 meter sudah memadai.

Ia menekankan bahwa proyek ini tidak bersifat ambisius karena merupakan inisiatif non-profit yang utamanya untuk kepentingan masyarakat.
Dalam hal kunjungan ke lokasi, pihaknya telah beberapa kali memantau kondisi dari area bukit hingga lapangan.

Meskipun pada awalnya kondisi belum optimal, dengan adanya proses cut and fill, runway minimal sepanjang 600 meter kini telah terealisasi. Saat ini, runway utama memiliki panjang 600 meter dengan lebar 20 meter, dan clear area di ujung runway sekitar 100 meter di masing-masing sisi, sehingga kondisi tersebut sudah sangat mencukupi.

Pembangunan lapangan akan dilakukan secara situasional, disesuaikan dengan kondisi cuaca. Penggunaan alat berat tidak optimal saat hujan, sehingga jadwal pengerjaan akan menyesuaikan dengan kondisi alam.

Mengantisipasi potensi pergerakan tanah di daerah Cihaur Simpenan, langkah awal yang diambil adalah pemadatan tanah dan pemasangan sistem drainase yang baik agar air tidak menggerus area lapangan.

“Di tempat yang sama Muhammad Zaenudin, koordinator lapangan untuk paramotor dan alat dirgantara, menyatakan bahwa pelaksanaan proyek ini sudah direncanakan sejak lama dengan banyak pertimbangan demi kepentingan masyarakat. Ia menekankan upaya pembenahan kondisi lapangan meskipun terdapat berbagai kendala saat pelaksanaan.

Semua langkah diambil untuk mengangkat potensi olahraga dirgantara dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
Zaenudin menambahkan bahwa pengembangan ini dilaksanakan bersama PT Cakra Mas dan PASI Jawa Barat (Federasi Sport Indonesia). Menurutnya, proyek ini bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemajuan olahraga dirgantara melalui fasilitas terbang gembira dan paket wisata aerosport.

Harapannya, dengan adanya fasilitas tersebut, daerah Cihaur yang tadinya sepi dapat berubah menjadi kawasan yang menarik perhatian pengunjung dari luar.

Edi dari PASI Jawa Barat juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek ini, dengan harapan partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan agar fasilitas aerosport di Cihaur Simpenan dapat segera terwujud dan memberikan manfaat optimal bagi daerah.”pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *