Konvoi Sambil Bawa Sajam, Tiga Anggota Geng Motor Sukabumi Diringkus

banner 468x60

WH.Sukabumi – Aksi brutal geng motor kembali meresahkan warga Sukabumi. Sebuah video tawuran yang viral di media sosial membuka tabir keterlibatan kelompok ini dalam sejumlah aksi kekerasan.

Polisi bergerak cepat dan menangkap tiga pemuda yang kedapatan membawa senjata tajam serta diduga terlibat dalam pengeroyokan di minimarket.

Video yang beredar memperlihatkan iring-iringan pemuda bersepeda motor sambil mengacungkan senjata tajam di jalanan. Rekaman tersebut langsung direspons oleh Unit Tipidum Subnit Jatanras Satreskrim Polres Sukabumi.

Pada Senin (24/3/2025) pukul 00.15 WIB, petugas mengamankan tiga pelaku di Jalan Raya Gunung Butak, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

“Kami menangkap tiga orang yang membawa senjata tajam saat berkonvoi dari Kampung Lio, Desa Citarik menuju Cimaja, Kecamatan Cikakak,” ujar Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Aah Saepulrohman, Rabu (26/3/2025).

Ketiga pemuda yang diringkus adalah N (22) dan D alias Komeng (29), warga Kampung Lio, Desa Citarik, serta AW (28) asal Desa Karangpapak. Sementara itu, dua pelaku lainnya, RA dan R alias Riad, masih buron dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa satu bilah golok, sebuah katana, satu katana bertongkat, serta empat unit sepeda motor yang digunakan dalam aksi tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku ternyata anggota geng motor yang hendak melakukan aksi tawuran di Cimaja dengan motif dendam antarkelompok. Polisi juga menemukan fakta mengejutkan—mereka terlibat dalam pengeroyokan brutal yang terjadi sepekan sebelumnya.

“Mereka diduga bagian dari kelompok yang menganiaya korban di depan Alfamart Cikakak pada 17 Maret 2025. Saat itu, lima orang pelaku menyerang menggunakan senjata tajam,” jelas Aah.

Saat ini, kasus pengeroyokan tersebut sudah masuk tahap penyidikan. Para tersangka dijerat dengan kasus kepemilikan senjata tajam, sementara pengembangan kasus pengeroyokan masih berlanjut.

“Kami terus mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam aksi kriminal lain, termasuk jaringan geng motor yang lebih luas,” tegasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *