Fakta di Lapangan Berbeda! Jembatan Alternatif Cidadap Belum Bisa Dilintasi

banner 468x60

WH.Sukabumi – Informasi yang beredar di media sosial terkait jembatan alternatif di sekitar Jembatan Cidadap, kampung bojong kopo Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang disebut sudah bisa dilintasi, ternyata tidak sepenuhnya benar. Faktanya, kondisi di lapangan masih jauh dari kata aman bagi kendaraan.

Pantauan di lokasi pada Rabu (26/3/2025) menunjukkan bahwa jalur alternatif tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Dua alat berat tampak bekerja meratakan badan jalan yang masih berupa tanah, sementara pekerja sibuk mengawasi proses pembangunan. Material bangunan seperti pipa saluran masih berserakan, menandakan proyek belum rampung.

Kondisi ini bertolak belakang dengan kabar di media sosial yang membuat banyak pemilik kendaraan mendatangi ruas jalan Bagbagan-Kiaradua dengan harapan bisa melintas lebih cepat. Namun, mereka justru harus berputar balik atau antre melewati Jembatan Cidadap yang amblas.

“Saya kira sudah bisa lewat, ternyata masih dikerjakan. Jalannya masih tanah, belum diaspal, dan alat berat masih ada di lokasi. Akhirnya tetap antre di jembatan utama,” keluh Sofian, seorang pemudik.

Di lokasi, terpasang spanduk peringatan dari kepolisian yang berbunyi “Hati-hati Jalan Amblas & Rawan Longsor.” Hal ini menegaskan bahwa jalur alternatif tersebut masih dalam kondisi berisiko tinggi, terutama bagi kendaraan roda empat.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, Sjofva Rosliansjah, mengakui bahwa pembangunan jembatan alternatif masih dalam tahap percepatan dan belum sepenuhnya siap digunakan.

“Target kami dalam dua hari ke depan jalur ini bisa lebih aman dilalui. Secara fisik memang sudah bisa dilewati, tapi masih ada aspek keamanan yang harus ditingkatkan,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Menurut Sjofva, kendaraan roda dua sudah bisa mencoba jalur alternatif tersebut, namun mobil masih dibatasi.

Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Yang penting, masyarakat bisa merasa aman dan nyaman saat melintas,” tegasnya.

Sementara itu, arus lalu lintas di sekitar Jembatan Cidadap tetap dalam pengawasan. Posko mudik telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan menjelang Lebaran.

Untuk jembatan utama yang mengalami amblas, perbaikan menyeluruh baru akan dilakukan setelah arus balik Lebaran, tepatnya H+10. Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, tergantung pada kondisi cuaca.

“Jika cuaca mendukung, dalam empat bulan jembatan utama bisa selesai diperbaiki. Mohon doanya agar semuanya berjalan lancar,” pungkas Sjofva. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *