WH.Sukabumi – Menjelang Lebaran, biasanya para tukang ojek di Papatapan, Bagbagan, bisa mengantongi rezeki lebih untuk persiapan hari raya. Namun, tahun ini kondisinya berbeda. Iwan (45), salah seorang tukang ojek, mengeluhkan maraknya travel gelap yang membuat penghasilannya anjlok drastis.
“Biasanya seminggu sebelum Lebaran, alhamdulillah ada pemasukan lebih. Tapi sekarang, sejak ada travel gelap, jangankan buat beli baju baru, buat makan saja susah,” keluh Iwan kepada wartawan, kamis (27/3/2025).
Menurutnya, travel gelap ini mengambil penumpang mengantarkan hingga ke rumah-rumah, sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan jasa ojek seperti tahun-tahun sebelumnya. “Penumpang sekarang sudah nggak ada luang buat kita. Mereka dijemput sampai depan rumah, jadi kita kehilangan rezeki,” tegasnya.
“0travel gelap ini memang kerap terjadi di berbagai daerah, terutama menjelang Lebaran, ketika permintaan transportasi meningkat. Para pengemudi ojek dan angkutan umum resmi pun merasa dirugikan karena kehilangan pelanggan.

Iwan berharap ada tindakan dari pihak berwenang untuk menertibkan travel gelap ini agar rezeki para tukang ojek tidak semakin tergerus. “Kita cuma mau cari makan dengan cara halal, mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah,” tutupnya. (Nanan apon)
editor : Ida











