WH.Wonosobo – Kamis (10/04/2025) Akibat viralnya di medsos terkait masyarakat dusun Gumawang Desa Pagerejo memperbaiki jalan secara swadaya, banyak netizen yang menganggap bahwa pemdes tidak peduli pada infrastruktur di Desa Pagerejo.

Padahal Dana Desa sendiri tidak hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur saja, namun digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, penyelenggaraan pemdes, meningkatkan kualitas hidup, mensejahterakan, dan mengurangi kemiskinan masyarakat.
Terbukti DD 2024 di Desa Pagerejo sudah di alokasikan dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk berbagai sektor dan merata di dusun Pagerotan, Gemawang, Pagersampang, Cangkringan, Dempel, dan Tempuran.
Dari bangunan fisikpun terlihat ada yang sudah dimanfaatkan dan ada yang dalam proses pembangunan. Ada berupa gedung kesenian, toilet wisata, perpustakaan, podium lapangan, saluran air bersih dan irigasi, jalan usaha tani, pengaspalan jalan, senderan, betonisasi dll.
Carik Pagerejo Tuwat Muhandoyo saat ditemui wartawan WH.net menjelaskan secara rinci, bahwasanya jalan yang viral kemarin adalah jalan desa dan rencananya akan di aspal dengan menggunakan dana bankeu 2024, namun karena waktunya mepet di akhir tahun harus selesai, maka disilpakan. Ditahun 2025 ini akan dikerjakan namun terkendala, karena pencairan dananya harus memakai aplikasi kortek yang belum clear, sehingga perlu menunggu aplikasi selesai.
“Karena ketidakpahaman warga masyarakat dengan aturan dan kurang sabarnya masyarakat menunggu, dan kebetulan mau lebaran maka masyarakat dusun Gumawang melampiaskan kekesalannya, karena jalan tidak segera dibetulkan padahal jalan sudah rusak parah maka mereka swadaya membetulkan jalan tersebut. Namun setahu saya mau nambal yang rusak rusak saja bukan mengecor,” katanya.
Lanjutnya, “Kami mewakili pemdes Pagerejo mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Gumawang khususnya dan masyarakat yang telah berpastisipasi dalam swadaya membetulkan jalan itu. Semoga dicatat sebagai amal baik dan digantikan dengan rejeki yang berlimpah.”
“Dan untuk dana bankeu yang rencana untuk pengaspalan jalan tersebut akan dialihkan ke jalan arah Kalikuto atas kesepakatan bersama dan kehendak masyarakat Gumawang,” tambah Tuwat Muhandoyo.
Sadar Muhammad Kadus Dempel saat ditanya tentang DD juga menjelaskan jika DD digunakan untuk jalan usaha tani, senderan & irigasi dibagi kepada masing masing dusun sesuai dengan luas masing2 dusun.
“Kalau di Dusun Dempel DD nya lebih kecil, karena memang luasnya lebih kecil.
Kalau masalah swadaya, kami juga sering melakukannya, apalagi jika jalan berlubang, kami warga bergotong royong dan berswadaya,” ujarnya.
Kemudian Kadus Dempel tersebut juga menjelaskan jika setiap kegiatan pembangunan di desanya pasti ada papan informasi dan setelah selesai dibuatkan prasasti.
Bergeser ke dusun Cangkringan, disana awak media bertemu dengan Bu Tarki selaku admin desa, dan pembantu kadus Cangkringan. Beliau menerangkan bahwasanya setiap kegiatan pasti sudah di musdes, musduskan, yang dihadiri semua perangkat, tokoh masyarakat, dan masyarakat.
“Setiap ada kabar dari pemdes, maka kewajiban saya dan pak kadus untuk meneruskan kepada RT/RW, dan RT/RW meneruskan kepada warga, tentunya agar tidak terjadi miskomunikasi. Dan bila warga belum jelas bisa menanyakan langsung kepada saya, pak kades maupun kekantor desa,” pungkasnya.
Dengan adanya kejadian tersebut diharapkan untuk kedepannya harmonisasi antara warga dengan perangkat desa serta lembaga desa Pagerejo pada khususnya dan desa desa lain pada umumnya lebih ditingkatkan, tentunya agar tidak terjadi mis komunikasi yang justru akan merugikan desa itu sendiri. *ET*
editor : Ida











