WH.Sukabumi – Jembatan bambu sepanjang sekitar 15 meter yang dibangun secara swadaya oleh warga Kampung Naringgul, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, kini tinggal nama.
Jembatan itu hancur diterjang banjir bandang Sungai Naringgul usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama tiga jam, Minggu (13/04/2025) sore.
Tidak ada perhatian apalagi bantuan dari pemerintah desa. Warga menyebutkan jangankan memberi bantuan, melihat kondisi jembatan pun tak ada satu pun perangkat desa yang muncul ke lokasi.
“Jembatan ini kami bangun sendiri secara swadaya hari Jumat (10/04/2025) lalu. Karena tidak ada akses, kami terpaksa gotong royong. Tapi sekarang hancur total, kampung kami terjebak, tidak bisa ke mana-mana,” kata Budi Genda, aktivis Simpenan sekaligus warga Kampung Naringgul.
Perkampungan yang dikelilingi sungai ini kini benar-benar terisolasi. Jembatan itu menjadi satu-satunya akses penghubung warga Naringgul menuju wilayah Bakan Astana. Tanpa jembatan itu, aktivitas warga lumpuh total.
Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.00 WIB hingga 20.00 WIB. Derasnya arus sungai membawa material kayu dan lumpur yang langsung menghantam dan merobohkan jembatan bambu tersebut.
“Ini kejadian yang sangat menyedihkan. Pemerintah seharusnya hadir, bukan hanya setelah viral atau ada korban. Kami harap ini segera direspons, jangan sampai ada korban karena warga nekat menyeberang sungai,” tegas Budi.
Warga kini berharap ada solusi cepat dari pemerintah daerah maupun BPBD Sukabumi agar akses mereka kembali terbuka dan keselamatan warga terjaga. (Nanan apon)
editor : Ida











