WH.Buru – FORKAMI MSH.DPC sekaligus Ketua DPD INTRA-WIN Maluku reg Malut. Nurjanah Rahawarin mengatakan
Tidak mudah tutup mata pura pura buta. Dan tutup telinga pura pura tuli untuk 2 pejabat daerah kab Buru.
Saya akan membuat Aksi susulan terkait Anggaran Dana Hibah PEMILU 2025 sebesar 33,3. itu yang tertulis . Berdasarkan keputusan BAJET ANGGARAN tidak perlu lagi melakukan tindakan proses penegakan hukum yang lambat. Apabila ada cela .
” Saya cuma mau sampaikan siapa saja yang lalai mulai awal dalam pengawasan fungsi kontrol terkait tugas poksi dan tanggung jawab penuh sebagai kontrol keuangan dana hibah yang jebol 33,3 M .
Sudah jelas Saya menghimbau aparatur hukum Yakni
AKBP . KAPOLRES SULASTRI SUKIJANG. Selaku pemegang tongkat komando Polres Kab Buru untuk Mengarahkan tongkatnya ke sasaran KEPALA INSPEKTORAT SG.W. dari birokrasi pemerintah Daerah . berdasarkan ada saling berhubungan dan bertanggung jawab penuh sebagai fungsi pengawasan.
Berdasarkan anggaran Dana Publik merupakan Bajet yang di muswarahkan melalui usulan , rapat dan putusan . Yang tidak boleh lepas dari pengawasan.
Saya sampaikan bahwa Dana hibah Pemilu termasuk dalam pengawasan INSPEKTORAT ..ingat itu . Bukan saja Yang di sampaikan isu dari inspektorat KPU PUSAT.
Seharusnya Inspektorat di Kabupaten yang harusnya lebih duluan.
Berdasarkan ada peran penting dalam mengawasi penggunaan anggaran dana hibah ,untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan secara efektif sesuai dengan tujuan Kebutuhan Pemilu.
Efisien meminimalisir biaya akuntabel serta mengoptimalkan hasil transparan serta mempertanggung jawabkan semua bukti pengawasan..bahkan jauh sebelum GADUHNYA 33,3.M sudah saya babat lebih awal Anggaran 3,3 M.
Beberapa bulan lalu sebelum terjadinya gaduh for PSU dan full up Bendahara RAHMAWATI HELUT. melakukan eksekutor bakar bakar KPUD Bersama Dua abdi dalang. Yakni S .BUTON. dan AA.TAN.
Fungsi SG.W. sangat jelas sebagai kepala Inspektorat..apalagi yang kurang ? Andil penuh . Monitoring ,memantau .bahkan memeriksa penggunaan anggaran Dana Hibah untuk memastikan kesesuaian dengan peraturan Ples AUDIT. agar pemilu bisa berjalan efektif
ERONISNYA sampai terjadi kebakaran seperti yang telah di lakukan oleh TIGA TERSANGKA
KPUD Yang di lahap habis Jago merah sangat jelas motif kasusnya bendahara RAHMA HELUT ingin membersihkan barang bukti. Terkait garong maling 33,3 M .Hal ini sangat tidak efektif jika cuma mereka bertiga sendiri yang sudah di jadikan tersangka..
Sementara banyak yang harus di proses tidak diproses..
Apakah kepala inspektorat hilang fungsi atau pura pura raba jalan menuju pintu Pagar KPUD ? Hal ini terang terlihat dalam bentuk pemerintahan yang bobrok.. bukankah danah Hibah ini keluar dari Kas APBD.
baik bentuk uang bisa saja bentuk barang .. tetapi ini uang DANA PEMILU . ANGGARAN DANA PUBLIK. Sudah barang tentu kelalaian dari semua ini ..atau bisa juga disengajaka. Tutup mata oleh SG.W.
Ada apa ini.
Saran saya . Kalau Pilkada kab Buru ini belum selesai. Tetapi fakta konkritnya .ada kasus Kejanggalan dalam hal ini yakni INSPEKTORAT KEMANA INI ? DIMANA ?
MELIHAT ATAU BUTA.
ATAUKAH BERMATA TIDAK MELIHAT. ataukah sakit telinga..
Jika tidak mampu .
Berarti Tidak layak.
Apabila tidak layak
Maka Sangsi 4 pilihan sesuai aturan kelaian kerja sebagai fungsi kontrol pengawasan .di tubuh kantor Inspektorat .SG.W.
Berupa teguran . Pemberhentian sementara.pe.berhentian tetap dan sangsi administratif lainnya
Penundaan gaji .kenaikan gaji ..atau Muffoooonnn out OFFIC.
Inikan aturan mereka dan sangsinya mereka dalam peraturan Mentri
Bukan saya asal bicara..
Untuk itu saya minta agar kunci kasus ini salah satu yang di proses atau dipanggil adalah SG.W.

Oleh KAPOLRES KAB BURU. AKBP SULASTRI .
Antuk melakukan pemeriksaan data..
Berdasarkan saya melakukan aksi kemarin
Ketua komisioner Faisal M.. AWALNYA mengucapkan kata 4. Setelah itu 33,3.M. mengatakan kalau 2,5 M.yang masih dalam penyelidikan. Sementara 3,3, M.tidak di buka..untuk apa.
(Maluku NURJANNAH RAHAWARIN
editor : Ida











