Demi Sekolah, Nina Minta Hak PIP Dikembalikan: “Kami Orang Tak Mampu, Tolonglah…”

banner 468x60

WH.Sukabumi – Seorang siswi yatim di Kecamatan Ciracap Kabupaten Sukabumi, mengaku hanya menerima dua dari tujuh kali pencairan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya menjadi haknya. Pengakuan itu viral di media sosial TikTok dan memicu perhatian publik.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, siswi bernama Nina (13), menyampaikan keluhan menyayat hati. “Tolong kembalikan hak kami. Kami orang tidak mampu. Saya sudah dapat PIP tujuh kali, tapi baru dikasih dua kali,” ujar Nina dalam video itu.

Nina merupakan siswi kelas 6 di SDN Batu Colat, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Sukabumi. Ia tinggal bersama kakeknya, Suhen (60), setelah ibunya meninggal dunia dua tahun lalu. Sementara ayahnya, Nuryadin (40), telah menikah lagi setahun terakhir.

Karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, dua kakak kandung Nina—Anton (18) dan Nenti (17)—terpaksa merantau ke Jakarta. Nenti bekerja sebagai asisten rumah tangga, sementara anton menjadi buruh cuci kendaraan (cuci steam).

Mirisnya, kedua kakak Nina yang juga alumni SDN Batu Colat, ternyata juga terdaftar sebagai penerima PIP semasa sekolah. Namun, menurut keluarga, keduanya sama sekali tidak pernah menerima bantuan tersebut. Akibat himpitan ekonomi, Anton dan Nenti hanya mampu menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SD, tanpa melanjutkan ke jenjang SMP.

Dugaan penyimpangan penyaluran dana PIP ini pun menguat. Kasus ini ditengarai bukan hanya menimpa Nina, melainkan juga sejumlah siswa lain di sekolah yang sama di wilayah Kecamatan Ciracap

Kasus ini Sudah dilaporkan Ke tipikor polres Sukabumi oleh salhsatu orang tua lain yang termasuk bantuan PIP anaknya digelapkan,masyarakat mendesak pihak sekolah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi untuk turun tangan menyelidiki dan mengungkap tuntas dugaan penyelewengan dana bantuan pendidikan tersebut.(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *