Bersih Desa/Nguri-uri Budaya ,Desa Gejagan Gelar Rangkaian Kegiatan,Tumpengan,Kirab,Pentas Seni juga Pengajian

banner 468x60

WH.Nganjuk – Dalam rangka bersih desa yang merupakan tradisi memiliki makna penting bagi masyarakat desa. Sebagai wujud rasa syukur,penghormatan,dan Permohonan keselamatan Kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menjaga kelestarian budaya Lokal.

Pemerintah Desa Gejagan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk gelar beberapa acara,seperti selamatan di punden (tempat di mana masyarakat melakukan ritual pemujaan terhadap roh-roh leluhur atau kekuatan spiritual) ,kirab serta lainnya.

Salah satunya kirab yang dilaksanakan pada minggu 11/5/25 dengan start dari Balai Desa menuju lapangan setempat. Arak-arakan yang di ikuti oleh berbagai lapisan masyarakat tersebut dikemas dalam berbagai hal antara lain seni reog dan jaranan,pawai sound sistem,gunungan hasil bumi dan lainnya,dimana ada salah satu hal unik yakni bentangan kain merah putih yang dangat panjang menghiasi kirab tersebut.

Tajuk pun semakin bertambah cukup meriah dengan kedatangan ketua DPRD nganjuk yakni Tatit Heru Tjahjono
yang ikut memberangkatkan peserta.

“Sangat luar biasa animo dari masyarakat yang mengikuti kirab budaya kali ini,terlihat dari banyaknya peserta yang ikut dari masing-masing RT,hal ini menunjukan rasa kekompakan juga rasa gotong royong di Desa ini sangat-sangat terjaga,serta nantinya dapat menjadi contoh bagi Desa lainnya. Mengingat giat seperti ini cukup menguras tenaga juga biaya. Harapan saya ke depan semoga rangkaian tradisi nguri-nguri budaya seperti ini tetap selalu ada juga makin meriah” Ungkapnya saat di temui di sela acara berlangsung.

Sementara itu Dedy Nawan alias Kepala Desa Gejagan “mengatakan” Bahwa giat pawai budaya atau kirab kali ini merupakan salah satu rangkaian bersih desa yang tengah dilaksanakan dimana kemarin telah dilaksanakan juga slametan(tumpengan dimakan leluhur) juga langgeng bekso (tayub) . Sekarang kirab grebek gunungan yakni seluruh hasil bumi disini yang melibatkan seluruh lembaga adat lembaga Desa serta warga,sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi /panen yang maksimal.

 

Dari giat yang dikuti oleh hampir 1200 peserta yang tergabung dari 13Rt ,tk,sd juga lembaga Desa. Ada marwah yang ingin kita ambil saat ini yakni rasa gotong royong ,bersosialisasi antara warga juga menggugah rasa bersyukur.

Giat ini selalu kita laksanakan pada 12 selo sebagai hari jadi Desa serta wujud rasa syukur atas babat alas leluhur hingga dapat di tempati hingga hari ini. Untuk bendera kurang lebih seratus meter tersebut adalah sebagai wujud rasa nasionalisme dan juga cinta tanah air,tajuk selanjutnya nanti malam masih ada pentas seni dan besoknya pengajian “Katanya. (Tn)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *