WH.Sukabumi – Rumah Juariyah, warga Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan parah setelah tertimpa berbagai bencana. Tidak hanya sekali, rumah tersebut telah mengalami tiga kali musibah, yakni tertimpa pohon, angin kencang disertai hujan lebat, dan terakhir terkena gempa bumi.

Menurut Aipda Diding Sukendar, S.H Babinkamtibmas Desa Tegallega, pihaknya segera merespons laporan yang diterima dari Kepala Dusun (Kadus) Mulyanda mengenai kondisi rumah Bu Juariyah. “Pertama saya dapat laporan dari Kadus Mulyanda, setelah itu saya langsung berkoordinasi dengan Kades Fuad Abdul Latif. Kami datang ke desa, berdiskusi, dan kemudian bersama-sama mengecek tempat kejadian,” ujarnya.
Setelah pengecekan, mereka mendapati bahwa rumah bagian belakang dan samping milik Bu Juariyah dalam kondisi yang memprihatinkan. “Kami bersama Pak Kades berencana ingin membangun kembali rumah Ibu Juariyah dengan sekuat tenaga. Tokoh agama dan masyarakat di sini siap membantu,” tambah Didin.
Aipda Didin juga melaporkan kejadian ini kepada Kapolsek Lengkong, Iptu Bayu Sunarti Agustina, SE. “Iya betul, setelah cek TKP ke rumah Bu Juariyah, saya langsung laporan ke Bu Kapolsek. Beliau merespons dengan positif, ‘Hayu kita bangun, perbaiki rumah warga di Desa Tegallega ini’,” ujar Didin menirukan Kapolsek.
Bu Juariyah bersama keluarganya sebelumnya telah beberapa kali harus mengungsi akibat kondisi rumah yang sudah tua dan lapuk. Herlan Suherlan (35), putra dari Juariyah, menceritakan bahwa rumah tersebut sudah lama tidak layak huni. “Sebelumnya kami ngungsi sama tetangga karena rumah kena gempa, hujan, dan tertimpa pohon tumbang. Bagian paling parah ada di belakang rumah, sudah hancur sejak tertimpa pohon rambutan,” ujarnya.
Herlan mengaku bingung dan pasrah melihat kondisi rumah ibunya. “Perasaan campur aduk, sedih dan senang juga buat ibu, karena saya sendiri bingung kalau harus membangun rumah ini. Saya kerja serabutan, untuk kebutuhan keluarga saja sudah susah, apalagi buat bangun rumah,” tambahnya.
Rencana pembangunan rumah Juariyah mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. “Kami akan bantu pembangunan dari awal, karena kondisi rumah memang sudah tidak layak huni. Insya Allah, dengan gotong royong masyarakat dan bantuan dari aparat, rumah ini bisa berdiri kembali dengan layak,” pungkas Didin. (Nanan apon)
editor : Ida











