Penilaian Lomba Kebersihan Di Desa Dramaga Kecamatan Dramaga.

banner 468x60

WH.BOGOR – (Rabu 4/6/25). Setelah meninjau ke lokasi penilaian lomba kebersihan desa, kepala desa dramaga Yayat Supriyatna memberikan penjelasan kepada awak media warta hukum net. Begini yang di jelaskan oleh kepala desa dramaga Yayat Supriyatna, Acara ini rangkaian hari jadi Bogor yang di dalamnya ada lomba kebersihan tingkat kecamatan dramaga untuk seluruh desa yang ada, dan hari ini sesuai agenda tim penilai dari tingkat kecamatan Dramaga di laksanakan penilaian untuk dua desa yaitu Dramaga dan Sukawening adapun untuk desa dramaga sedang berjalan tim di sebar ke beberapa titik yang akan di lakukan penilaian yang salah satunya adalah sektor pendidikan, untuk sektor pendidikan saya arahkan ke SD Tenjosari ini dan paud yang ada di wilayah RW 02, jadi kunjungan kita hari ini adalah mendampingi tim penilai dari tingkat kecamatan dalam rangka melaksanakan lomba kebersihan desa di kecamatan dramaga.” ucap kepala desa dramaga Yayat Supriyatna.

Lebih Lanjut kemudian Kepala Desa Dramaga ,Yayat Supriyatna menambahkan,saya berharap tiada lain untuk menjadi motivasi kepada seluruh masyarakat desa dramaga yang salah satunya dari sektor pendidikan agar seluruh perangkat yang punya kepentingan terkait dengan sekolah ini peduli terhadap lingkungan sekolahnya terutama masalah kebersihan, kerjasama pomg yaitu persatuan orang tua murid dan guru itu saya berharap untuk lebih bersinergi lagi dan betul-betul mereka itu punya keinginan bahwa sekolah yang di jadikan tempat pendidikan anak-anaknya mereka turut membantu, menjaga, memelihara sekolah ini agar tetap asri sehingga nyaman untuk anak didiknya menjalankan kegiatan belajar mengajarnya.

Lalu dengan momentum perlombaan kebersihan ini kepala desa dramaga Yayat Supriyatna menghimbau kepada masyarakat tegasnya seperti ini, himbauan tiada lain artinya kita ingin punya desa dramaga yang punya predikat desa bersih, jadi walaupun yang di nilai hanya titik-titik tertentu tapi secara umum masyarakat desa dramaga betul-betul perduli terhadap kebersihan karena kebersihan itu sebagian dari pada iman.

Sehingga dengan kesadaran dari masyarakat desa dramaga sendiri, ya desa dramaga ya saya katakan tadi mendapatkan predikat desa bersih.untuk langkah-langkah terkait sampah liar yang ada di desa dramaga langkah-langkahnya begini menurut Yayat Supriyatna, untuk mengantisipasi hal itu kami sudah membuat himbauan ya berupa bener atau spanduk yang isinya mengatakan bahwa lokasi tersebut bukan pembuangan sampah bahkan di sana tertulis juga terkait dengan sanksi bagi masyarakat yang buang sampah sembarang baik itu di titik-titik jalan lintas maupun yang buang ke kali dan sebagainya,ya masyarakat untuk lebih sadar bahwa membuang sampah di tempat sembarangan itukan mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum, sehingga orang yang sembarang membuang sampah saya katakan itu sama saja menzolimi masyarakat yang lainnya. Langkah Yang akan di lakukan oleh desa dramaga terkait sampah yang berdekatan dengan kantor desa minimal tidak bau sampahnya, inilah jawaban dari kepala desa dramaga Yayat Supriyatna, untuk desa dramaga karena kebetulan memiliki pasar desa tentu tidak akan bisa kita jaga terkait dengan keberadaan sampah pasar,nah adapun TPS yang berdampingan dengan kantor desa itukan sifatnya sementara kita kerjasama dengan DLH sampah-sampah tersebut kita buang ke TPA galuga sana dan ini sudah berjalan beberapa tahun yang lalu dan Alhamdulillah dalam seminggu itu, dua atau tiga kali pengiriman sampah ke galuga apalagi saat menjelang idul Fitri, idul Adha yang selalu di laksanakan, ya. hari pasarlah gitukan, dan itu sampah dalam sehari kadang-kadang kita kirim ke galuga dua atau tiga kali rit pakai truck dari DLH.

Adapun ke depan mudah -mudahan kita nanti punya TPS yang emang jauh dari pemukiman, hanya untuk desa dramaga sendiri ga mudah untuk mendapatkan tempat tersebut karena desa dramaga lokasinya penuh dengan pemukiman karena ke depan himbauan dari pemerintah pusatla katakan, jadi tidak ada sampah yang keluar dari desa karena kita tau pe

buang ke TPA galuga sana dan ini sudah berjalan beberapa tahun yang lalu dan Alhamdulillah dalam seminggu itu, dua atau tiga kali pengiriman sampah ke galuga apalagi saat menjelang idul Fitri, idul Adha yang selalu di laksanakan, ya. hari pasarlah gitukan, dan itu sampah dalam sehari kadang-kadang kita kirim ke galuga dua atau tiga kali rit pakai truck dari DLH.

adapun ke depan mudah -mudahan kita nanti punya TPS yang emang jauh dari pemukiman, hanya untuk desa dramaga sendiri ga mudah untuk mendapatkan tempat tersebut karena desa dramaga lokasinya penuh dengan pemukiman karena ke depan himbauan dari pemerintah pusatla katakan, jadi tidak ada sampah yang keluar dari desa karena kita tau penampungan di galuga sanapun sudah kurang memadai,nah harapan dengan nanti setiap desa mempunyai tempat pengolahan sampah di desa masing-masing,sampah yang di produksi oleh pasar, masyarakat, pedagang dan sebagainya yaitu bisa langsung di tangani di setiap desa, jadi tidak perlu lagi Kita mengirimkan sampah ke TPA yang sekarang sudah kurang memadai tadi.”pungkasnya. (Rachman/Hoeriyah)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *