WH.Sukabumi – Dede Rukandi (38), seorang nelayan asal Kampung Mariuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, punya kegiatan unik yang jarang dilakukan nelayan pada umumnya.
Di sela waktunya tidak melaut, Dede rajin membuat kerajinan perahu-perahuan mini dari bahan-bahan sederhana.
Dengan tangan terampilnya, Dede menyulap kayu randu, bambu kecil, dan paku halus menjadi perahu-perahuan yang detail dan menarik.

Ia mengerjakannya secara manual menggunakan alat-alat sederhana seperti gergaji, golok, pisau raut, dan tatah.
“Kalau lagi nggak ke laut, biasanya hari Jumat saya bikin perahuan. Dua hari bisa selesai satu.
Bahannya kayu randu, bambu kecil buat tiang, terus dipaku. Alatnya ya cuma gergaji, golok, pisau raut, sama tatah,” ujar Dede saat ditemui di rumahnya, RT 03 RW 02 Kampung Mariuk, Minggu (15/6/2025).
Dede mengaku sudah membuat sekitar 50 unit perahu mini. Harga satuannya cukup terjangkau, hanya Rp200 ribu per buah jika ada pesanan dari pembeli.
“Pernah ada yang pesen buat pajangan atau hiasan. Kalau ada pesenan ya saya kerjain sesuai permintaan. Lumayan buat tambahan selain dari melaut,” ungkapnya.
Kerajinan perahu mini buatan Dede kini mulai dikenal di lingkungan sekitar bahkan menarik perhatian wisatawan dari Bogor yang datang ke rumah.
Diketahui, Dede merupakan seorang anak yatim yang sejak muda sudah terbiasa bekerja keras untuk menghidupi dirinya sendiri dan ibunya.
Semangat dan ketekunannya membuat warga sekitar salut dengan dedikasi Dede dalam berkarya.
Warga pun bangga ada anak kampung yang bisa menghasilkan karya unik bernilai seni tinggi dari bahan-bahan alami.
(Nanan apon)
editor : Ida











