WH.Sukabumi – Warga Kampung Badak Putih, Kelurahan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali mengeluhkan kondisi jembatan penghubung antara RW 09 dan RW 08 yang rusak parah sejak diterjang banjir pada Desember 2024 lalu. Hingga kini, sudah lebih dari tujuh bulan berlalu, namun perbaikan tak kunjung dilakukan.
Jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga di dua RW tersebut, terutama anak-anak yang setiap hari melintasi jalur itu untuk berangkat dan pulang sekolah. Selain itu, jembatan juga digunakan para ibu-ibu untuk keperluan ibadah dan kegiatan sosial keagamaan lainnya.
“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan. Sudah tujuh bulan kami menunggu, tapi belum ada perbaikan. Ini bukan soal kenyamanan, tapi soal keselamatan,” tegas Jejen Jaenudin, Ketua RW 09 kepada wartawan, JUM,AT (1/8/2025).
Jejen menambahkan, warga terpaksa memutar arah sejauh lebih dari satu kilometer setiap hari demi mencapai tujuan antar-RW, termasuk saat terjadi situasi darurat.
“Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tapi urat nadi aktivitas masyarakat kami. Kalau dibiarkan terus seperti ini, anak-anak sekolah dan kegiatan warga sangat terganggu,” ujar Jejen.
Warga berharap Pemerintah Kelurahan Palabuhanratu maupun Pemkab Sukabumi segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan realisasi pembangunan jembatan baru atau perbaikan permanen, sebelum ada banjir lagi. (Nanan apon)
editor : Ida











