WH.Sukabumi – Semangat nasionalisme seorang warga lanjut usia di Kampung Batusapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, patut diacungi jempol. Meski rumahnya nyaris roboh, atap bocor, dinding bolong, dan setiap hari diganggu monyet dari kawasan cagar alam, Ijang (64) tetap mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya.
Yang lebih menyentuh, uang untuk membeli beras justru ia alihkan demi membeli bendera. “Kesadaran diri saja. Walaupun rumah lapuk, saya tetap pasang bendera. Sebagai warga negara Indonesia, ini tanda nasionalis. Orang lain belum pasang, saya duluan,” kata Ijang saat ditemui di rumahnya, Kamis (14/8/2025).

Ijang tinggal bersama istrinya, Sulastti (47), dan satu anak yang kini bekerja serabutan. Sudah hampir 10 tahun ia menetap di rumah yang berdampingan langsung dengan cagar alam. Kondisi bangunan rusak parah sejak 4–5 tahun terakhir. “Kalau hujan bocor, plafon belakang rusak, makanya monyet gampang masuk ke dapur. Nasi dan ikan,sering di jamah” ujarnya.
Kesulitan ekonomi membuat Ijang hanya bisa bekerja serabutan, kadang menjadi kuli, kadang melaut. Beberapa kali ia mengajukan proposal bantuan perbaikan rumah ke Pemkab Sukabumi, namun selalu kandas. “Harapannya pemerintah dengar. Tolong carikan solusi buat rumah ini,” pintanya.
Di tempat yang sama Ketua RW 01, Habib M. Fahmi Assegaf, membenarkan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengupayakan bantuan. “Kami sudah ajukan proposal ke Perkimsih, Dinsos, bahkan ke Pak Bupati. Belum ada realisasi. Rencananya kami mau coba ke PLTU, semoga ada bantuan bahan material,” jelasnya.
Menurut Habib, di wilayah RW 01 terdapat sekitar 518 KK, mayoritas bekerja sebagai petani, tukang ojek, dan buruh harian lepas. “Banyak warga yang hidupnya pas-pasan, tapi kasus rumah Mang Ijang ini sudah sangat mendesak. Genteng bocor, dinding bolong. Sayang kalau terus dibiarkan,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan, merah putih tetap berkibar di depan rumah reyot Mang Ijang simbol kecil yang mengingatkan bahwa cinta pada negeri tak selalu datang dari gedung mewah, tapi kadang justru tumbuh di rumah yang bolong dimakan usia.”pungkasnya.
(Nanan apon)
editor : Ida











