Andri Hidayana Sentil Keras Wacana 9 Kecamatan Sukabumi Dilebur ke Kota: ‘Jangan Asal Caplok!’

banner 468x60

WH.Sukabumi – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana, angkat bicara menanggapi isu panas soal rencana penggabungan sembilan kecamatan dari wilayah kabupaten ke Kota Sukabumi. Menurutnya, wacana tersebut tidak nyambung dengan semangat pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) yang sudah diperjuangkan puluhan tahun.

“Para pendahulu sudah habis waktu, tenaga, dan biaya untuk memperjuangkan KSU. Tiba-tiba sekarang muncul ide Kota Sukabumi mau ambil wilayah utara. Itu jelas tidak relevan dan melukai perjuangan kami,” ujar Andri saat ditemui wartawan, Jumat (15/8/2025).

Andri mengingatkan, Kabupaten Sukabumi adalah daerah terluas kedua di Pulau Jawa setelah Banyuwangi. Sejak era Presiden SBY, wilayah ini bersama Garut dan Bogor sudah disepakati layak dimekarkan menjadi daerah otonom baru.

Yang membuatnya heran, isu penggabungan kecamatan ini muncul tanpa komunikasi resmi. “Dua periode saya di Komisi I, tidak pernah ada pembicaraan atau koordinasi dari Wali Kota. Tiba-tiba sekarang di beberapa forum dia lontarkan isu yang memanas ini,” sindirnya.

Ia menilai, rencana ini berpotensi mengacak-acak tatanan wilayah dan ekonomi yang sudah dipetakan. “Kajian pemekaran sudah lengkap. Kalau dipaksakan diubah, tentu akan mengganggu ekosistem wilayah, termasuk perekonomian utara dan selatan,” tegasnya.

Andri bahkan menantang Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki untuk fokus membenahi kota terlebih dahulu. “Perbaiki dulu terminal, drainase, dan penataan kota. Jangan bicara memperluas wilayah kalau di rumah sendiri saja belum beres,” sindirnya lagi.

Terkait pemekaran KSU, ia memastikan DPRD telah menyiapkan Perda Dana Cadangan hingga 2027. Namun, ia mengakui moratorium pemekaran daerah belum dicabut pemerintah pusat.

“Setiap tahun DPRD membahas persiapan KSU. Jadi jangan sampai wacana yang tidak nyambung ini mengganggu proses yang sudah berjalan,” ucapnya.

Andri menutup pernyataannya dengan mengingatkan semua pihak untuk menghargai perjuangan yang sudah ada. “Kami pikirkan betul masa depan wilayah utara dan selatan. Jangan cuma manis di komitmen, tapi nol di aksi,” Tutupnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *