Bupati Kecam Aparat Desa: Jangan Abaikan, Warga Miskin Harus Cepat Dilaporkan

banner 468x60

WH.Sukabumi – Kasus Etin (25), perempuan asal Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, yang bertahun-tahun tinggal di kandang domba, membuat Bupati Sukabumi Asep Japar buka suara. Ia menegaskan, aparat desa hingga kecamatan harus lebih peka terhadap kondisi warganya.

“Asa teu kudu kieu kajadian heula kakara rame. RT, RW, kepala dusun, kepala desa sampai camat harus sigap melaporkan. Kalau ada rumah roboh, warga sakit, atau orang miskin yang butuh bantuan, jangan tunggu viral baru bertindak,” tegas Asep Japar, Rabu (27/8/2025).

Pria yang karib disapa Asjap itu menyebut, keterlambatan laporan membuat penanganan warga miskin kerap terhambat. Ia menilai kasus Etin adalah alarm sosial bagi pemerintah tingkat bawah agar tidak lalai mengawasi kondisi masyarakat.

Dalam kunjungan ke lokasi, Asjap juga meninjau rumah reyot milik Ibah (54), ibunda Etin, yang kini ditinggali bersama anak laki-lakinya, Dede Rohedi, beserta keluarga. Kondisi bangunan nyaris ambruk, jauh dari kata layak huni.

“Melihat rumah ini, jelas tidak manusiawi. Kita tidak bisa menunggu lama. Awal September dua rumah sekaligus, rumah Etin dan rumah ibunya, akan dibangun,” ucap Asjap.

Sementara menunggu pembangunan permanen, Etin sudah dipindahkan ke rumah kerabat terdekat. Relawan bersama warga desa juga bergotong royong mendirikan rumah semi panggung darurat agar Etin tak lagi tidur di kandang Domba.

Asjap memastikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) akan menjadi prioritas utama Pemkab Sukabumi mulai September 2025. Ia memerintahkan Dinas Perkim menyusun daftar warga paling membutuhkan agar penanganan tidak salah sasaran.

“Untuk Rutilahu, saya minta eksekusi dimulai September ini. Semua perangkat harus turun ke lapangan, mana yang paling mendesak segera dibangun,” tandasnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *