PT RUJ di Demo Masyarakat Desa Nambo dan Unsongi, Resah Pencemaran Laut dan Udara

banner 468x60

WH.Morowali – Puluhan masyarakat warga Desa Nambo dan Unsongi menggelar aksi di pintu masuk kantor PT Resky Utama Jaya (RUJ).


Massa aksi membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Aktivitas Crusher”, Kamis (4/9/2025).

Masyarakat yang menamakan Aliansi Masyarakat Desa Nambo-Unsongi, dalam tuntutan diantaranya terkait pencemaran laut(Reklamasi) dan udara (abu batu crusher), penurunan volume tekanan blasting dan perbaikan jalan Trans Sulawesi.

Faisal Ibrahim selaku koordinator menyampaikan, warga resah akibat debu abu batu crusher bertebaran sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan warga

Aksi ini kata Faisal akan tetap berlanjut sampai Pak Bupati menemui kami

“Untuk saat ini, kepercayaan kami terhadap pemerintah daerah dalam hal ini bawahan Bupati, kami tidak percaya, hanya Bupati yang kami percaya,” ujarnya

Dikatakan,Faisal karena selama ini sudah sering dimediasi oleh dinas terkait tetapi kondisinya masih seperti yang dulu -dulu, jadi perusahaan kami anggap kebal hukum dan kami menyuarakan sejak tahun 2021

Nada sama disampaikan warga, bahwa mereka hadir untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak dan tuntutan.Kami sudah cukup berjuang dari tahun 2021 sampai hari ini.

“Alhamdullilah, hari ini pimpinan tertinggi kita Bapak Bupati hadir di tengah -tengah kami, ” kata Taufik

Lanjutnya, aksi ini digelar terkait pencemaran laut karena penimbunan jetty yang terus menerus yang sudah melewati batas ijin sesuai terus 2021 serta dampak abu crusher sudah cukup meresahkan masyarakat, dimana orang tua dan kami sudah tidak betah kerja di kebun

Sementara itu, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf yang datang ke lokasi dan menemui masyarakat mengatakan terkait 6 point tuntutan akan dibahas secara mendalam dan bukan dilokasi saat ini.

” Untuk itu, saya minta untuk membuat surat resmi hari Senin tanggal 8 September pihak Perusahaan bersama masyarakat bertemu di kantor Bupati,” kata Bupati Iksan

Dan, kepada perwakilan perusahaan kata Iksan agar tidak takut menghadapi masyarakat,yang penting perusahaan terbuka.

Terpisah, Perwakilan dari pihak perusahaan Mr Xiao saat ditanya terkait tuntutan massa aksi tidak banyak memberikan komentar

“Perusahaan akan terus berbenah dan akan memaksimalkan debu yang keluar dari mesin crusher PT RUJ sehingga tidak terlalu banyak seperti saat ini,” ucapnya singkat.

Adapun,Tuntutan massa aksi:
– Pencemaran Laut (Reklamasi) dan Udara (Abu batu Crusher)
– Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
– Pembayaran Royalti
– Penurunan volume Tekanan blasting
– Perbaikan jalan Trans Sulawesi
– Pemberian Tunjangan skill karyawan

(Dian)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *