Puluhan Kambing di Cikidang Tewas Mengenaskan, Diduga Diterkam Macan Tutul

banner 468x60

WH.Sukabumi – Warga Kampung Ciherang, Desa Gunung malang, Kecamatan Cikidang, digegerkan dengan matinya puluhan kambing milik warga pada Sabtu (6/9/2025) pagi. Hewan ternak ditemukan tewas dengan luka robek di bagian leher, membuat warga yakin ada predator hutan yang turun ke pemukiman.

Kepala Desa Gunung malang, Ajang Rahmat, membenarkan peristiwa yang membuat warga panik tersebut. Ia menyebut hasil peninjauan di lokasi menemukan jejak satwa liar.

“Begitu laporan masuk sekitar pukul 06.00 WIB, kami langsung turun bersama forkopimcam. Dari hasil pengecekan ada bekas telapak macan dengan ukuran bervariasi. Dugaan kuat kambing-kambing ini dimangsa macan tutul,” kata Ajang.

Ajang menambahkan, pola luka pada bangkai kambing semakin memperkuat dugaan bahwa predator yang menyerang adalah macan tutul atau sejenisnya. “Hewan ini memang sering terlihat di kawasan hutan sekitar. Luka gigitan di leher kambing identik dengan cara mangsa satwa buas itu,” ujarnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, pemerintah desa bersama masyarakat mengambil langkah cepat. Warga diimbau meningkatkan ronda malam, menyalakan lampu penerangan di kandang, dan menggabungkan ternak ke kandang yang lebih besar agar lebih mudah diawasi.

“Kalau kambingnya sedikit, jangan dipisah-pisah. Lebih baik disatukan supaya lebih aman dan pengawasan lebih gampang,” tambah Ajang.

Kekhawatiran terbesar, kata Ajang, adalah potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. “Kami berharap pihak berwenang segera turun tangan melakukan investigasi, jangan sampai predator ini menyerang warga,” tegasnya.

Sementara itu, petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor, Iwan Setiawan, mengonfirmasi pihaknya akan melakukan penyelidikan lapangan. Ia menyebut serangan satwa liar ke permukiman biasanya terjadi karena habitat terganggu.

“Biasanya macan turun karena kekurangan pakan atau sumber air di hutan. Bisa juga akibat perambahan yang mengusik ruang hidup mereka,” jelas Iwan.

Iwan menegaskan, jika benar serangan itu dilakukan macan tutul, tim BKSDA akan segera menurunkan tim evakuasi. “Kami siapkan kandang jebak di sekitar lokasi agar predator bisa ditangkap dengan aman,” pungkasnya. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *