CURANG P3A SIDA MAKMUR DiDUGA KUAT COLONG VOLUME PROYEK PEKERJAAN JARINGAN IRIGASI

banner 468x60

WH.CILACAP – Program percepatan peningkatan tata guna air irigasi P3A Sida Makmur adalah program padat karya tunai dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan dana anggaran APBN salah satu agenda prioritas rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi domestik, sebagaimana termasuk dalam program nawa cita ke tujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam memperbaiki jaringan irigasi

Tahapan pekerjaan proyek peningkatan pembanguman jaringan irigasi desa Pagadingan kecamatan Cipari kabupaten Cilacap dilaksanakan ketua P3A SIDA MAKMUR tahun anggaran 2025, diduga volume pekerjaaan jaringan irigasi di colong,

Proyek tersebut menelan anggaran Rp 195 000 000 dengan melibatkan Tim Pendamping Maayarakat (TPM ) dari Balai Besar Sungai Citanduy, untuk melakukan pengawasan, namun hasilnya sangat mengecewakan

Dari hasil investigasi dan monitoring wartawan di lokasi Sabtu (13/ 09 /2025 ), nampak pada pelaksanaan pekerjaan lantai saluran batu diurug sama tanah tidak langsung pakai aduk, ada juga bawah urugan tanah atas di tata batu batu kecil baru di plester dengan adukan kisaran lima centi meter sedang tinggi lantai dua puluh centi metet, terlihat juga pada pekerjaan badan saluran bagian atas besar mengecil kebawah, maka diduga volume pasangan jaringan irigasi P3A di colong

Di lokasi pekerjaan tim awak media melakukan kompermasi ke ketua kelompok dan secara kebetulan kompermasi di saksikan TPM yang sama ada di lokasi

AGUNG sebagai ketua kelompok mengatakan pasangan badan saluran tujuh puluh centi meter berikut pondasi, saluran jadi tinggi lima puluh centi meter,

Untuk lantai batu ada lima centi, badan saluran pasanganya ada yang enam puluh centi dan tujuh puluh centi, namanya pekerja dibilangan ia ia aja, jelas ketua

Di tengah pembicaraan TPM SEPTIYAN menimpal gambar teori doang lapangan kan beda, tapi kan keras, pelaksanaan aduk dulu terus batu itu kan sama

Tanggapan, itu sebenarnya harus di koreksi, andai tidak dihamparan lagi tanah, harus pakai adukan ya pakai aduk ucap TPM

Di sikapi pernyataan Tim Pendamping Masyarakat diduga adanya pembiaran pada kelompok P3A untuk melakukan kecurangan colong volume

Hal ini terjadi lemah pengawasan dari pihak terkait, diantaranya TPM dengan Konsultan Manajemen Balai (KMB ) yang seharusnya selalu aktif pada saat tahapan pekerjaan

Dengan demikian Tim Pendamping Masyarakat bersama Konsultan Manajemen Balai (KMB ) diduga telah gagal melakukan tugasnya pada proyek pembangunan jaringan irigasi yang di laksanakan kelompok.P3A Sida Makmur, ada apa, sudah masuk angin atau bagaimana???? (A, Pendi/ Tim )

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *