Peringati HAKORDIA 2025, HPSDKU Universitas Tadulako (UNTAD) Morowali Bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak Gelar Edukasi Penguatan Nilai Integritas

banner 468x60

WH.Morowali -PSDKU Universitas Tadulako (UNTAD) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Pajak menggelar kegiatan edukasi dan penguatan nilai integritas dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, Selasa (9/12).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program Customs & Tax Goes to Campus yang diikuti civitas akademika PSDKU UNTAD Morowali.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengelola PSDKU UNTAD Morowali, Armawati, S.H., M.Si. Menurutnya, kampus memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan integritas.

“Peringatan Hakordia ini menjadi pengingat bahwa integritas harus tumbuh sebagai budaya di kampus. Mahasiswa perlu menjadi agen perubahan yang menolak korupsi dalam bentuk apa pun,” ujarnya.

Rangkaian Materi Pajak, Bea Cukai, hingga Anti Korupsi

Kegiatan edukasi ini menghadirkan tiga pemateri dengan materi yang saling melengkapi. Pak Singgih, sebagai perwakilan Direktorat Jenderal Pajak, menyampaikan materi pengenalan pajak. Selanjutnya, Moh Rafiul Arif membawakan materi mengenai kepabeanan dan cukai. Sesi penguatan nilai anti korupsi disampaikan oleh Andi Wahyudi.

Pak Singgih menekankan bahwa pajak merupakan fondasi pembangunan negara dan membutuhkan dukungan kesadaran dari seluruh warga negara, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus.

“Literasi pajak penting ditanamkan sejak dini. Ketika masyarakat patuh pajak, negara memiliki daya untuk membangun layanan publik yang lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Moh Rafiul Arif menjelaskan peran Bea Cukai dalam menjaga arus barang, melindungi masyarakat, serta berkontribusi pada penerimaan negara. Ia menilai pemahaman kepabeanan dan cukai akan membuat mahasiswa lebih memahami hubungan antara kebijakan negara dan dampaknya terhadap pembangunan.

“Bea Cukai tidak hanya mengawasi, tetapi juga melindungi masyarakat dan mendukung perekonomian. Kesadaran publik, termasuk dari kampus, penting untuk membangun sistem yang bersih dan kuat,” katanya.

Pada sesi berikutnya, Andi Wahyudi menegaskan bahwa integritas adalah kunci agar penerimaan negara benar-benar kembali untuk kepentingan publik.

“Korupsi melemahkan pembangunan dan merusak kepercayaan. Edukasi antikorupsi harus berjalan seiring dengan literasi pajak, kepabeanan, dan cukai,” tegasnya.

Kuis Interaktif hingga Penandatanganan Komitmen

Secara umum, alur kegiatan berjalan terstruktur, dimulai dari pengenalan pajak, dilanjutkan pengenalan bea cukai, kemudian pematerian anti korupsi. Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menyelenggarakan kuis interaktif sebelum memasuki sesi penutup.

Sebagai wujud nyata komitmen bersama, kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Komitmen Basmi Korupsi oleh seluruh peserta. Langkah ini menjadi simbol penguatan budaya antikorupsi di lingkungan kampus.

Melalui momentum Hakordia 2025, PSDKU UNTAD Morowali menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Bea Cukai dan Pajak dalam membangun pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi, sejalan dengan semangat:

“Satukan Aksi Basmi Korupsi.”

(Dian)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *