WH.SUKABUMI – Akses menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu menuai sorotan setelah sejumlah kendaraan sempat tertahan cukup lama di pintu masuk rumah sakit.
Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan memicu kekhawatiran akan keselamatan pasien dalam kondisi darurat.
Seorang perempuan yang berada di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan, hambatan di pintu IGD bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, hampir setiap hari kendaraan yang hendak masuk harus berhenti terlebih dahulu akibat sistem portal yang tidak langsung terbuka.
“Dalam kondisi darurat, hitungan detik itu sangat menentukan. Kalau masih harus berhenti hanya untuk membuka portal, itu berisiko,” ujar warga
tersebut kepada wartawan, sembari meminta identitasnya dirahasiakan.
Ia menuturkan, pada malam kejadian, beberapa mobil datang silih berganti namun portal tak kunjung berfungsi. Klakson terdengar berulang kali, namun tidak ada petugas yang segera menghampiri. Akibatnya, kendaraan mengantre di depan gerbang IGD.
“Mobilnya bukan ambulans, tapi mobil pribadi. Saya tidak tahu pasti apakah membawa pasien atau tidak, tapi ada orang yang turun dari mobil-mobil itu,” katanya.
Antrean kendaraan itu disebut berlangsung cukup lama. Warga memperkirakan waktu tunggu mencapai puluhan menit hingga situasi mulai terurai.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi tersebut, memicu reaksi publik dan kritik terhadap pengelolaan akses IGD.
Menurut warga, keberadaan portal di jalur IGD dinilai tidak masuk akal. “IGD itu tempat darurat. Logikanya, akses harus bebas hambatan.
Kalau memang untuk parkir, seharusnya jangan menghalangi jalur penyelamatan nyawa,” ujarnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Humas RSUD Palabuhanratu, Saeful Anwar, menyatakan bahwa persoalan teknis portal berada di bawah kewenangan pengelola parkir.
Namun pihak rumah sakit mengaku telah menyampaikan keberatan sejak sebelumnya.
“Kami sudah meminta agar tol gate yang mengarah ke IGD dipindahkan karena berpotensi menghambat mobilitas kendaraan pasien,” kata Saeful.
Ia menjelaskan, permintaan tersebut telah disampaikan dalam rapat bersama pengelola parkir pada 19 Desember 2025. RSUD juga telah melakukan evaluasi internal dan akan kembali memanggil pihak pengelola menyusul insiden terbaru ini.
Saeful menambahkan, berdasarkan laporan petugas IGD yang bertugas saat kejadian, tidak ditemukan dampak langsung terhadap penanganan pasien.
Meski demikian, pihak rumah sakit menilai keberadaan portal tetap berisiko jika terjadi lonjakan kasus kegawatdaruratan.
“Hari ini kami kembali memanggil pengelola parkir untuk menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya. Kami meminta agar pemindahan tol gate segera dilakukan,” tegasnya.
Humas RSUD Palabuhanratu, Saeful Anwar, menegaskan bahwa keselamatan pasien menjadi prioritas utama, dan akses menuju IGD seharusnya tidak boleh terhambat oleh sistem apa pun yang berpotensi memperlambat penanganan medis darurat.”pungkasnya. (Nanan Apon)
editor : Ida











