WH.CIAMIS – Secara hidrolika, mustahil elevasi dasar saluran irigasi yang dirancang dengan benar naik ke hilir, karena air mengalir secara alami dari tempat tinggi ke tempat rendah, kemiringan (gradien) di buat turun ke hilir agar air mengalir lancar
Hasil pekerjaan elevasi naik ke hilir diduga akibat lemah pengawasan, seperti terjadi pada lokasi kegiatan daerah irigasi lakbok Utara desa Sukamulya kecamatan Purwadadi kabupaten Ciamis, Poktan Mukti Mandiri, sumber dana APBN tahun 2025 Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy Satuan kerja Operasi Dan Pemeliharaan SDA Citanduy
R, Sugara masyarakat desa Sukamulya juga terlibat dalam perbaikan elevasi dasar saluran segmen 1 kekurangan penurunan tadak sama mulai dari 15 Cm sampai 20 Cm itu hasil ukur pake alat dari pihak BBWS , bapak lihat sendiri ini lagi di bongkar elevasi di normalkan sesuai hasil ukur, namun secara otomatis ada dampak pada segmen 2 dan 3

Rasa penasaran karena yang di tembak atau diukur pake alat hanya segmen 1, padahal saluran terbagi 3 segmen yakni 1, 2 dan 3,
Mencoba melakukan pengecekan dari segmen 1 ke segmen 2, karena melihat ada genangan air di hulu segmen 2, hasilnya dari titik nol dengan jarak 25 m saja, sudah ada kenaikan mulai dari 7 Cm sampai 11 Cm, maka di perkirakan ke bagian hilir akan lebih tinggi karena lantai saluran mengering, kenaikan elevasi bukan tidak mungkin sampai ke segmen 3
Buktinya hari Minggu ( 28/ 12/ 2015) kemaren ada masyarakat yang datang ke lokasi perbaikan mempertanyakan kenapa di bongkar lagi dan kenapa air di hulu penuh sedang ke hilir air sedikit, agar tidak menjadi gaduh di kemudian hari sebaiknya BBWS Citanduy melakukan pengecekan menyeluruh termasuk segmen 2 dan 3 agar aliran air lancar dengan semestinya jelasnya
Selain adanya dugaan kenaikan elevasi dasar saluran segmen 2 dan 3, penyangga atau siku pada segmen tersebut tidak di pasang dan tentu ada volume pada item pekerjaan itu, yang jadi pertanyaan apakah hal semacam itu tidak terpantau sama pengawas ( A, Supendi/ Tim)
editor : Ida











