WH.Morowali -Aktivitas Tambang yang beroperasi di sungai Bente, Kecamatan Bungku Tengah yang semakin meresahkan warga setempat. Aktivitas Galian C yang diduga Ilegal tersebut membawa dampak terhadap lingkungan terutama air sungainya yang menjadi keruh.

Salah seorang warga mengatakan bahwa operasi pengerukan material sungai oleh alat berat ini, sudah berjalan sekitar dua bulan.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat di Dusun Kaju Koo Desa Bente masih menggunakan sungai ini untuk mandi dan mencuci pakaian.
“Beberapa bulan mereka jalankan kegiatannya,sehingga air menjadi keruh dan ini yang dikeluhkan oleh masyarakat,” ujarnya Sabtu (03/1/2026).
Iya juga menambahkan bahwa Kepala Desa Bente seakan tutup mata terkait penambangan ilegal di Sungai Bente
Lebih lanjut, warga berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah untuk menanggapi keresahan masyarakat.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Bente, Erwin Kuadrat yang coba dihubgi lewat WhatsApp menyampaikan bahwa sudah beri teguran kepada pemilik alat untuk pertanggung jawabkan aktivitasnya.
“Dan, pemilik alat sepakat untuk mau di fasilitasi ketemu kami dan warga sekitar Kaju Koo dan siap untuk memberikan kompensasi ke Masjid Kaju Koo sebagai bentuk tanggung jawabnya dan juga akan dibuatkan Surat pernyataan untuk tidak lagi beraktifitas di sepanjang sungai tersebut, ” kata Kades Bente, Erwin
(Dian)
editor : Ida











