Dedi Mulyadi Soroti Unggahan Viral Warga Babakan Cisarua yang Teriak Minta Tolong

banner 468x60

WH.Sukabumi – Jumat 9/1/2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti unggahan video warga Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang viral di media sosial.

Dalam video tersebut, warga korban banjir bandang terdengar menyampaikan jeritan meminta pertolongan langsung kepada KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Unggahan itu memperlihatkan kondisi memprihatinkan permukiman warga yang hingga kini masih dipenuhi puing-puing rumah pascabencana.

Warga menyuarakan kekecewaan karena merasa belum mendapat bantuan dan kepastian penanganan, meski bencana telah berlalu cukup lama.

Menanggapi viralnya video tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinan sekaligus memberikan penjelasan terkait mekanisme penanganan bantuan rumah terdampak bencana.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Dalam video viral itu, Ketua RT 02 Kampung Babakan Cisarua, Heri, menyampaikan permohonan secara terbuka kepada Gubernur Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa warga yang terdampak masih merupakan bagian dari masyarakat Jawa Barat yang membutuhkan kehadiran pemerintah.

“Saya mohon kepada Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat, tolong kami. Saya juga masih warga bapak,” ujar Heri

dalam unggahan tersebut.
Heri menyebut, hingga saat ini sebagian warganya masih bertahan di lokasi bencana dengan kondisi rumah rusak berat bahkan hancur total.

Ia berharap pemerintah provinsi dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mempercepat penanganan, khususnya terkait bantuan tempat tinggal sementara dan rencana relokasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk menindaklanjuti data rumah warga yang rusak akibat banjir dan longsor.

Ia juga meminta pemerintah daerah segera mengajukan usulan resmi ke provinsi agar bantuan dapat diproses sesuai mekanisme.

Dedi menegaskan, selain penanganan darurat, persoalan bencana di Sukabumi harus dilihat secara menyeluruh, terutama terkait kerusakan lingkungan yang menjadi pemicu utama banjir dan longsor.

Ia menyebut persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari aktivitas penambangan, alih fungsi lahan, serta menyusutnya kawasan hutan dan ruang hijau.

Menurut Dedi, Sukabumi menjadi salah satu daerah di Jawa Barat yang paling sering dilanda bencana karena daya dukung alamnya terus menurun.

Kondisi tersebut diperparah oleh lalu lintas kendaraan bertonase tinggi yang setiap hari melintas dan merusak infrastruktur jalan.

“Ketika alam rusak dan tata kelola tidak dibenahi, bencana akan terus berulang,” tegas Dedi Mulyadi.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *