WH.Tanibar – Kisruh isu lama mencuat ke publik melalui media online, dtujukan kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, meminta usng dari mantan Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon senilai Rp50. 000.0000.
Dalam sebuah video podcast pada Jumat (20/2/2026). yang lagi tren dan mengguncang ruang publik, Jauwerissa tampil senyum manis.
Untuk mematahkan tudingan bahwa dirinya pernah meminta uang Rp50 juta dari mantan Bupati Petrus Fatlolon, ahkirnya RJ buka suara.
Kata RJ dalam percakapan, kalau masih bermain-main isu minta uang Rp50 juta, Petrus Fatlolon uang berapa? lalu saya punya uang berapa? lalu musti pigi minta dia punya uang. Mohon maaf terhadap dia, saya wajib sombong,” narasi ini yang membuat tersangka korupsi semakin rapuh.
Narasi “saya wajib sombong” menunjukan rendahnya martaba PF seakan – akan tidak berdaya akibat tersandung dalam trali besi.
“Dua kekuatan ini, sementara bermain sandiwara politik. Namun disayangkan fakta membuktikan kebohongan dikalahkan oleh kebenaran.
Selama ini, isu permintaan Rp50 juta muncul sebagai asumsi politik untuk merusak citra orang nomor satu di daerah ini. Namun, suasana berbeda kini bidikan balik namun Petrus Fatlolon terkaprah dalam kondisi kelam.
Gelombang pendek yang dasyat bermunculan,membuat ribuan warga memberikan apresiasi, kepada RJ, yang sudah menabur aip pemerintahan sebelumnya.
Reputasi PF semakin tenggelam. Respons ini mencerminkan satu perubahan penting, publik semakin cerdas menilai kepemimpinan sebelumnya dan kepemimpinan di era kini.
Di sisi lain, muncu pujaan tandingan dari pihak-pihak yang disebut sebagai loyalis kepada mantan Bupati Petrus Fatlolon. Namun, semuanya meredam . Respons tersebut justru rapuh terkesan dirinya dalam kepemimpinan disebut , pemimpin pintar merasa, tanpa dibuktikan dengan fakta hukum.
Pemerhati isu politik tanimbar kembali menilai, pola serangan opini seperti ini sangat membosankan. yang terjadi dalam dunia politik di daerah Bumi Duan Lolat. kekuatan lama sudah kehilangan kendali, pengaruh,di ruang publik, akibat kebohongan tersebut.
Pasalnya, satu fakta penting tidak terbantahkan, hingga saat ini, tidak ada putusan hukum yang mengikat yang membuktikan bahwa RJ meminta uang Rp50 juta sebagaimana dituduhkan.
Serangan itu menjadi ampas belaka. Opini yang masif justru memicu keadiran publik untuk meneliti setiap persoalan persoalan secara lebih kritis.
Sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Kepulauan Tanimbar, dikala itu, yang kini dipercaya ribuan masyarakat untuk memimpin daerah ini terus bergulir kedepanya.
Pernyataan RJ tersebut bukan sekadar klarifikasi. Ini adalah strike sangat mematikan terhadap upaya menutupi kebohongan, selama ini memanas r di ruang – ruang publik.
Di tengah kerasnya pertarungan persepsi, masing – masing mempertahankan integritas, namun RJ berdiri tetap kokoh membasmi tuduhan tersebut.
Akhir dari semua tuduhan tersebut, akan memberikan kesan buruk, bagi mantan Bupati Kepulauan Tanimbar, yang kini terendam dalam rujian besi. (Hendrik)
editor : Ida











