WH.Morowali -PT Vale Indonesia Tbk, melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, menjalankan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di 13 desa lingkar tambang diantaranya fokus pada pertanian organik (Padi Sri), kesehatan (penurunan stunting dan akses air bersih), serta penguatan UMKM lokal.

“Program ini bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi,keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup warga melalui inisiatif terintegritas,” ujar Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Salwa Ahmad, Minggu (13/4/).
Salwa mengatakan,
Adapun, program sosial dan pemberdayaan PT Vale IGP Morowali, yaitu, – Pemberdayaan Ekonomi dan pertanian diantaranya memberi pendampingan kelompok petani Sri organik, budidaya sayur/herbal oleh TP-PKK dan dukungan sertifikasi organik dari INOFICE .
Dan ini berhasil meningkatkan pendapatan petani dibandingkan pertanian konvensional.
– Kesehatan masyarakat yakni program penurunan stunting
– Pendidikan (FOTP),: peluncuran Future Occupational Talent Program (FOTP) untuk membekali generasi muda di 13 desa dengan keahlian relevan
– Pengembangan UMKM dan bakat, melalui pendampingan produk lokal.
Dikatakan Salwa, di desa Laroue telah terbentuk tiga UMKM resmi yaitu Berkah Jaya, Lumako dan dan Bohonala dan telah mengikuti program ” UMKM Naik Kelas” serta difasilitasi dalam pengembangan branding serta perluasan pasar
“Selain 2 program strategis yakni pertanian organik dan pengolahan sampah, Kami juga memiliki program unggulan UMKM yaitu, ikan asap dan sambal ikan asap dengan varian baru yakni sambal peoti dan sipou namun sambal inti musiman baru di produksi, ” ujarnya.
Diketahui, Program unggulan binaan sambal ikan asap Lumako berhasil meraih juara favorit dalam festival Sambal Nusantara 2024 di tingkat nasional, tak hanya itu di tahun yang sama produk minuman herbal binaan juga sukses tampil dalam International Conference and Expo Jamu (Loloh) di Bali.(Dian)
editor : Ida











