Vale Indonesia Ajukan Revisi RKAB Terkait Pemotongan Kuota Produksi Nikel

banner 468x60

WH.Jakarta -PT Vale Indonesia Tbk (INCO), mengungkapkan kuata produksi biji nikel yang direstui Kementerian ESDM dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk tambang Bahodopi mencapai 2 berencana mengajukan revisi Rencana Kerja dan 2,31 juta ton, terpelanting 74% dari rencana produksi 2026 sebesar 8,8 juta ton. Dilansir dari Bloomberg Technoz (14 April 2026).

Kondisi serupa terjadi pada tambang nikel Pomalaa yang hanya mendapatkan jatah produksi sebesar 5,8 juta ton untuk tahun 2026. Jumlah ini merosot sekitar 68 persen dari usulan target produksi perusahaan yang mencapai 18,06 juta ton.

“Di Pomalaa kita mengusulkan 18 juta ton, yang disetujui adalah 5,8 juta ton. Dandi Pomalaa rencana pabrik itu sudah mulai beroperasi di bulan Agustus,” kata Bernadus Irmanto, Direktur Utama INCO, dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XII DPR.

Untuk itu, Bernadus menjelaskan bahwa operasional pabrik pada Agustus 2026 membutuhkan ketersediaan stok bijih nikel yang mencukupi sebelum masa produksi dimulai. Terdapat selisih signifikan antara volume yang dibutuhkan untuk menyuplai smelter dengan kuota yang telah disetujui pemerintah.

Selain bijih nikel, INCO juga memproyeksikan produksi nikel dalam bentuk matte dari Sorowako sebesar 67.645 ton. Target ini tercatat 6 persen lebih rendah dari realisasi tahun 2025 karena adanya agenda pemeliharaan rutin pada fasilitas tungku peleburan smelter.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa regulasi memang memungkinkan adanya revisi RKAB. Namun, besaran penyesuaian akan dievaluasi berdasarkan kebutuhan spesifik masing-masing perusahaan tambang.

Hingga April 2026, progres pembangunan pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Pomalaa telah mencapai 65 persen. Proyek hasil kolaborasi dengan Ford dan Huayou senilai US$4,5 miliar tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun.

Sementara itu, di Blok Bahodopi, konstruksi sektor tambang fase 1 telah rampung sepenuhnya dan telah mencatatkan penjualan bijih sebesar 2,2 juta ton pada awal tahun 2026. Vale kini tengah fokus menyelesaikan pembangunan fase 2 yang diproyeksikan selesai pada 2027 mendatang.**

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *