WH.Morowali -Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf Abraham S. Pandjaitan, mengapresiasi inovasi pengolahan limbah plastik menjadi Solar B-40 yang dikembangkan Babinsa Koramil 1311-09/Bahodopi, Serda Saleng, bersama masyarakat Desa Siumbatu, Kecamatan Bahodopi.

Inovasi tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemanfaatan energi alternatif di tengah meningkatnya persoalan sampah plastik yang sulit terurai.
Apresiasi tersebut, disampaikan Letkol Inf Abraham S. Pandjaitan saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah Koramil 1311-09/Bahodopi, Kamis (7/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Dandim melihat langsung proses pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar Solar B-40 yang kini mulai dimanfaatkan masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Dandim, inovasi yang dilakukan Babinsa bersama warga merupakan bentuk kolaborasi nyata dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan lingkungan di daerah.
“Ini langkah yang sangat positif karena tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik, tetapi juga menghasilkan energi alternatif yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, inovasi tersebut juga merupakan tindak lanjut Dandim 1311/Morowali bersama Danramil 1311-09/Bahodopi, Kapten Inf Amiruddin dan Babinsa dalam mendukung gagasan “Tabelu” atau bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan yang digagas Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar saat kunjungan ke Morowali.
Sementara itu, Serda Saleng menjelaskan, pengolahan limbah plastik menjadi Solar B-40 dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan sampah plastik, pemilahan, pembakaran menggunakan alat pemanas khusus, hingga proses penyulingan untuk menghasilkan bahan bakar siap pakai.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan di masyarakat.
“Plastik membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Karena itu, kami mencoba mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomis,” kata Serda Saleng.
Warga Desa Siumbatu, Sudarmin, mengaku inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi penumpukan sampah plastik, hasil pengolahan Solar B-40 juga dapat digunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Inovasi ini sangat bermanfaat karena sampah plastik yang sebelumnya tidak bernilai kini bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar,” ungkapnya.
Selain memberikan dampak lingkungan, program tersebut juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi alternatif berbasis lingkungan.
Dandim 1311/Morowali berharap inovasi pengolahan limbah plastik menjadi Solar B-40 dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam menciptakan solusi ramah lingkungan yang berkelanjutan.
(Dian)
editor : Ida











