Bangun Industri Hijau di Morowali, Humas IGIP Ricco Andrean William Sebut Pengembangan Kawasan Industri Harus Beri Nilai Tambah Bagi Masyarakat Sekitar

banner 468x60

WH.Morowali -International Green Industrial Park (IGIP) terus memperkuat keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan kawasan industri berbasis nikel dan energi baru di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir. Melalui pendekatan baru, IGIP bangun industri hijau dan pemberdayaan ekonomi warga, perusahaan berupaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus berkelanjutan.

Kehadiran kawasan industri tidak hanya menghadirkan investasi dan pembangunan fisik. Sebaliknya, kawasan industri juga membuka peluang baru bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi modern. Karena itu, IGIP mengembangkan konsep pembangunan yang menggabungkan industri, teknologi, lingkungan, dan masyarakat dalam satu ekosistem terpadu.

Sebagai kawasan terintegrasi, IGIP bangun industri hijau dan berupaya menempatkan masyarakat sekitar sebagai bagian penting dalam rantai pertumbuhan kawasan. Perusahaan pun mengusung prinsip “tumbuh bersama masyarakat” melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi lokal.

Selain membangun infrastruktur industri, IGIP juga mendorong penguatan usaha masyarakat di wilayah sekitar kawasan. Dukungan tersebut terlihat melalui pengembangan usaha berbasis komunitas di Desa Sambalagi dan Desa Were’ea.

Warga setempat kini mulai menjalankan berbagai sektor usaha pendukung kawasan industri. Mereka bergerak di bidang transportasi, konstruksi, kebersihan lingkungan, distribusi pangan, hingga layanan operasional lainnya.

Langkah itu mendorong masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Namun, masyarakat juga ikut menjadi pelaku ekonomi yang berpartisipasi langsung dalam rantai pasok industri.

Humas IGIP, Ricco Andrean William, menegaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

“Pengembangan kawasan industri harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Kami ingin pertumbuhan industri berjalan seiring dengan pertumbuhan komunitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Ricco Andrean William, Jumat (22/5/2026).

IGIP Bangun Industri Hijau: Peluang Kerja Lokal Terus Bertambah

Di sisi lain, dampak ekonomi mulai terlihat dari meningkatnya peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Berbagai program yang dijalankan perusahaan berhasil membuka lebih dari 100 lapangan kerja baru di sektor industri maupun jasa.

Tenaga kerja lokal kini terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan. Mereka bekerja sebagai tenaga konstruksi, pengemudi, petugas kebersihan, tenaga bongkar muat, hingga operator layanan logistik.

Tidak hanya itu, IGIP juga menggandeng perusahaan transportasi lokal untuk mendukung operasional kawasan industri. Melalui kerja sama tersebut, perusahaan mengoperasikan 19 kendaraan dengan seluruh pengemudi berasal dari masyarakat sekitar.

Sampai saat ini, layanan transportasi tersebut telah mendukung lebih dari 400 perjalanan. Dari aktivitas itu, masyarakat memperoleh pendapatan sekitar Rp464 juta.

Sementara itu, perusahaan juga memberdayakan pemasok sayuran lokal untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri. Delapan warga lokal terlibat langsung dalam pengiriman rutin dua kali setiap pekan.

Sepanjang periode September 2025 hingga Maret 2026, perusahaan telah menyalurkan pembayaran lebih dari Rp2,09 miliar kepada pemasok lokal tersebut.

Melalui pola kolaborasi “Perusahaan + Badan Usaha Desa + Masyarakat”, IGIP terus memperluas keterlibatan warga dalam aktivitas ekonomi kawasan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh pendapatan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan pengalaman manajerial.

Pendekatan itu kemudian mendorong transformasi tenaga kerja lokal. Banyak warga mulai beralih dari pekerjaan manual menuju tenaga terampil dan pelaku usaha mandiri.

Karena itu, di balik ekspansi Industri hijau, perusahaan juga membangun fondasi ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

IGIP Bangun Industri Hijau, Kembangkan Kawasan Berbasis ESG

Selanjutnya, IGIP terus memperkuat pengembangan kawasan industri hijau berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan merancang kawasan tersebut sebagai pusat industri energi baru dan hilirisasi nikel yang terintegrasi.

Total rencana investasi di kawasan itu mencapai sekitar 500 juta dollar AS. Nilai investasi tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya pengembangan industri hijau di Morowali dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam pengembangannya, IGIP mengusung konsep “Production + Life + Ecology”. Konsep itu mengintegrasikan aktivitas produksi industri dengan kehidupan sosial masyarakat serta perlindungan lingkungan.

Melalui konsep tersebut, perusahaan mengembangkan pemanfaatan energi rendah karbon dan transportasi berbasis listrik. Selain itu, perusahaan juga menjalankan pengelolaan lingkungan terpadu serta konservasi biodiversitas.

IGIP turut merancang pembangunan ruang hijau dan wetland park di sekitar kawasan industri. Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan ekologi di tengah pertumbuhan industri yang semakin cepat.

Tidak berhenti di situ, perusahaan juga mengedepankan praktik ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah terintegrasi guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Oleh sebab itu, IGIP bangun industri hijau tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata. Sebaliknya, perusahaan juga berupaya menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan sosial masyarakat sekitar.

Kolaborasi Pendidikan dan Transfer Teknologi

Selain fokus pada pengembangan kawasan industri, IGIP juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Perusahaan menjalankan kolaborasi dengan institusi pendidikan dan pusat riset untuk mendukung transfer teknologi.

Salah satu kerja sama tersebut melibatkan Central South University, Tiongkok. Kolaborasi itu bertujuan mendukung pengembangan industri masa depan sekaligus memperkuat kapasitas talenta Indonesia di sektor energi baru dan hilirisasi mineral.

Melalui program tersebut, perusahaan berharap masyarakat lokal dapat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri modern.

Di samping itu, penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan industri hijau yang kompetitif dan berdaya saing global.

Ke depan, IGIP berencana memperluas kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Langkah itu dilakukan untuk membangun ekosistem industri yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

Perusahaan juga berharap model pembangunan tersebut dapat mendukung transformasi ekonomi Morowali dalam jangka panjang.

Dengan demikian, di balik ekspansi Industri hijau, IGIP ingin menghadirkan kawasan industri yang tidak hanya mendorong investasi, tetapi juga menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan lingkungan sekitar.*

(Dian)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *