Terungkap! Sampah yang Menyumbat Got Palabuhanratu Terekam CCTV Dibawa Anak Berkebutuhan Khusus

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Menanggapi ramainya pemberitaan dan komentar warganet terkait temuan tumpukan sampah yang diduga limbah medis di saluran drainase kawasan Pudunan Asem,

Palabuhanratu, pemilik Klinik Utama Bunda Medika Vesya, Bejo Parwoto, akhirnya memberikan klarifikasi.
Bejo mengaku pihaknya merasa dirugikan karena banyak komentar di media sosial yang mengarahkan tudingan kepada klinik dan apotek miliknya. Padahal, menurut dia, pihak klinik tidak terlibat dalam pembuangan sampah ke saluran air tersebut.

“Kami cukup keberatan karena banyak komentar yang menyudutkan usaha kami. Padahal kami bukan pelaku yang membuang sampah itu. Selama ini pengelolaan sampah sudah dilakukan sesuai prosedur dan bekerja sama dengan pihak terkait,” ujar Bejo selasa 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, pihak klinik memiliki sistem pemilahan sampah yang ketat, mulai dari sampah medis, nonmedis, hingga limbah laboratorium. Seluruh limbah medis disimpan di tempat khusus yang terkunci sehingga tidak dapat diakses sembarang orang.

“Untuk limbah medis ada tempat tersendiri, begitu juga jarum suntik dan limbah laboratorium. Semua disimpan di tempat khusus dan digembok. Jadi tidak bisa diambil oleh orang luar begitu saja,” jelasnya.

Menurut Bejo, setelah dilakukan penelusuran melalui rekaman CCTV, diketahui sampah yang ditemukan di dalam got tersebut bukan berasal dari pembuangan limbah medis secara sengaja oleh pihak klinik.

Ia menyebut ada seorang anak berkebutuhan khusus yang diduga mengambil kardus dari tempat sampah, kemudian membuang isinya ke dalam saluran drainase yang berada di depan lokasi.

“Dari hasil rekaman CCTV terlihat ada seorang anak berkebutuhan khusus yang mengambil kardus dari tempat sampah. Kardusnya dibawa, sementara isi sampahnya dibuang ke got. Kejadian itu terekam jelas di CCTV,” ungkap Bejo.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak klinik bersama pengurus RT setempat langsung melakukan pembersihan saluran yang tersumbat. Sampah yang menumpuk dievakuasi agar aliran air kembali normal.

“Kami bersama pihak RT langsung turun membersihkan got yang tersumbat. Setelah dibersihkan, saluran tersebut juga ditutup kembali agar lebih aman,” katanya.

Meski persoalan tersebut kini telah ditangani, Bejo berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Ia juga berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap area penyimpanan sampah agar kejadian serupa tidak terulang.

“Mudah-mudahan persoalan ini segera selesai dan tidak ada pihak yang dirugikan. Kami juga akan meningkatkan pengawasan serta kedisiplinan dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya.

(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *