WH.BOGOR – Pembaca yang dirahmati Allah SWT, Pagi ini mutiara Hikmah Bes,mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Muzzammil ayat 8-11. Ayat ini turun sebagai petunjuk Nabi ﷺ menghadapi ocehan, fitnah, dan hujatan kaum pendusta Quraisy. 1448 tahun berlalu, substansinya tetap _up to date_ untuk kita hari ini.
*1. Firman Allah SWT:*
وَا ذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ اِلَيْهِ تَبْتِيْلًا
_wazkurisma robbika wa tabattal ilaihi tabtiilaa_
*Artinya:* “Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.” _QS. Al-Muzzammil: 8_
*2. Firman Allah SWT:*
رَبُّ الْمَشْرِقِ وَا لْمَغْرِبِ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ فَا تَّخِذْهُ وَكِيْلًا
_robbul-masyriqi wal-maghribi laaa ilaaha illaa huwa fattakhiz-hu wakiilaa_
*Artinya:* “(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.” _QS. Al-Muzzammil: 9_
*3. Firman Allah SWT:*
وَا صْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيْلًا
_washbir ‘alaa maa yaquuluuna wahjur-hum hajrong jamiilaa_
*Artinya:* “Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.” _QS. Al-Muzzammil: 10_
*4. Firman Allah SWT:*
وَذَرْنِيْ وَا لْمُكَذِّبِيْنَ اُولِى النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيْلًا
_wa zarnii wal-mukazzibiina ulin-na’mati wa mahhil-hum qoliilaa_
*Artinya:* “Dan biarkanlah Aku yang bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.” _QS. Al-Muzzammil: 11_
*HIKMAH YANG BISA DIPETIK:*
*1. Kuatkan Koneksi Vertikal*
Sebelum hadapi ocehan dunia, kuatkan zikir dan ibadah. “Tabattal” artinya putus dari hiruk-pikuk, fokus hanya ke Allah. Hati yang tersambung ke Allah tidak mudah goyah.
*2. Jadikan Allah Satu-Satunya Pelindung*
“Jadikan Dia sebagai Wakil”. Jangan berharap pembelaan dari netizen atau klarifikasi manusia. Cukup ucap _Hasbunallah wa ni’mal wakiil_. Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui.
*3. Sabar + Hajr Jamil*
Sabar atas ucapan mereka, lalu tinggalkan dengan cara baik. “Hajr jamil” = memutus tanpa mencaci, blokir tanpa menghina. Diamnya orang beradab lebih sakit bagi pendusta daripada 1000 bantahan.
*4. Serahkan Vonis ke Hakim Tertinggi*
“Biarkan Aku yang bertindak”. Ini puncak tawakal. Allah memberi _mahhilhum qoliilaa_ – penangguhan sebentar. Keadilan Allah pasti datang, waktunya paling tepat.
Penutup dari BES: Setelah memahami ayat ini, ke depan tidak perlu lagi menanggapi hujatan tanpa fakta, data, dan putusan pengadilan. Cukup 3 amalan: Dzikir, Sabar, Serahkan ke Allah. Karena Dia sebaik-baik Pelindung.
_Wallahu a’lam bishawab_
Salam Jihad,
BES – Brother Eggi Sudjana .
Reporter:Rachman/Hoeriyah.
editor : Ida











