WH.Cilacap – Pembangunan irigasi perpompaan bersumber dari APBN Kementrian Pertanian sebesar Rp 155, 700, 000, Tahun 2026 salah satu di terima kelompok tani Sudi Mulyo desa Pangawaren kecamatan Karangpucung Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah

Pekerjaan pembesian ( STRUKTUR ) untuk kolom utama dan rangkain besi di depan rumah ketua kelompok diduga tidak sesuai spesifikasi teknis yang sudah di sepakati, pasalnya di lapangan besi yang terpasang besi 10, sementara di gambar teknis besi 12
Ketua kelompok Teguh saat di konfirmasi di rumah kediamannya mengatakan kenapa pake besi 10 karena besi 12 harus inden
Memang di gambar seharusnya besi 12 , jarak cincin yang terlihat 30 cm itu belum di geser nanti dibikin 15 cm sesuai gambar teknis
Ketua WN 88 Kabupaten Cilacap Kasikin menyoroti pembesian yang dipasang kelompok Sudi Mulyo di lapangan yang tidak sesuai spesifikasi Masalahnya seharusnya besi 12 tapi kelompok Sudi Mulyo pake besi 10 jelas itu sudah melanggar juknis Besi tulangan yang digunakan tidak sesuai spesifikasi, seperti ukuran diameter yang kurang berat tidak yang tidak standar, hal ini akan melemahkan ketahanan bangunan, karena kolom dan balok menahan beban, agar bangunan tetap stabil Penyimpangan spesifikasi beton tentu akan mempengaruhi pada fisik bangunan berdampak terhadap keamanan bangunan
Karena proyek irpom kelompok tani Sudi Mulyo di danai pemerintah ( APBN / APBD ) ketidak sesuaian pembesian mempunyai konsekwensi hukum yang sangat berat, karena langsung bersinggungan dengan kerugian uang Negara dan tindak pidana korupsi
Kejadian tersebut di duga akibat pembiaran dari pengawasan, instrumen Hukum utama dapat di kenakan Undang Undang No 31 Tabun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi. Maka pada dinas pertanian dan APH untuk mengecek kondisi lapangan secara transparan Pungkasnya ( Asep,supendi, naistiani, tim)
editor : Ida











