WH.NGANJUK –Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembenahan besar-besaran.
Langkah ini diambil guna merespons fenomena penurunan jumlah siswa baru di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Persaingan dengan sekolah swasta yang menawarkan fasilitas menarik serta kurikulum berbasis agama menjadi tantangan tersendiri bagi kelangsungan sekolah negeri di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini sedang memetakan akar permasalahan sekaligus merumuskan solusi jangka panjang untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
”Ini akan menjadi PR (pekerjaan rumah) kami secara berkesinambungan. Tidak menutup kemungkinan lembaga negeri akan mendapatkan penguatan dan peningkatan kualitas agar kepercayaan masyarakat kembali tumbuh,” ujar Puguh saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan analisis Disdik Nganjuk, terdapat beberapa faktor utama yang mendasari pergeseran pilihan orang tua murid, di antaranya:
Pergeseran Paradigma Masyarakat: Saat ini, masyarakat cenderung memilih lembaga pendidikan yang memiliki nuansa agama kuat. Meskipun sekolah negeri memiliki kurikulum agama, sekolah swasta sering kali dinilai menawarkan program keagamaan yang lebih intensif.
Kesesuaian Jam Belajar dengan Orang Tua Pekerja: Jam pulang sekolah negeri yang cenderung pada siang hari sering kali menjadi kendala bagi orang tua yang bekerja karena berbenturan dengan jam sibuk. Sebaliknya, sekolah swasta menerapkan sistem belajar hingga sore hari yang dinilai lebih fleksibel bagi mobilitas orang tua saat menjemput.
Fleksibilitas Sistem Penerimaan (SPMB): Sekolah di luar naungan Disdik umumnya tidak memiliki batasan kuota rombongan belajar (rombel) yang ketat. Selain itu, masa pendaftaran mereka jauh lebih longgar dan terbuka lebih awal dibandingkan sekolah negeri.
Faktor Demografi: Selain persaingan antarlembaga, faktor eksternal seperti fluktuasi pertumbuhan penduduk juga turut memengaruhi jumlah ketersediaan calon murid.
Menyikapi tantangan tersebut, Disdik Nganjuk berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Strategi utama yang akan digenjot adalah peningkatan kualitas sistem pendidikan serta peningkatan kompetensi guru pengajar secara berkala.
Selain peningkatan mutu internal, Disdik juga telah melakukan perhitungan matang terkait regulasi jumlah rombel yang disesuaikan dengan total kelulusan siswa setiap tahunnya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih seimbang di Kabupaten Nganjuk.
editor : Ida











