Ombak Besar Hantam Perahu di Pantai Pangrerekan, Satu Nelayan Tak Tertolong

banner 468x60

WH.SUKABUMI – Musibah kembali menimpa nelayan di pesisir selatan Kabupaten Sukabumi. Seorang nelayan muda meninggal dunia setelah perahu yang ditumpanginya diterjang gelombang besar hingga terbalik saat hendak merapat di Pantai Pangrerekan, Kampung Cicaladi, Kecamatan Surade, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban diketahui bernama Heri Riandi (28). Sementara tiga rekannya yang berada dalam satu perahu, yakni Emid (38), Sahrudin (31), dan Ahmad (40), berhasil menyelamatkan diri dari amukan ombak.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, keempat nelayan tersebut baru saja pulang melaut menggunakan perahu jenis gabus bernama Alvian Putra 27. Saat mendekati bibir pantai untuk melakukan pendaratan, gelombang tinggi tiba-tiba menghantam lambung perahu hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

Warga yang berada di sekitar lokasi bersama para nelayan lainnya langsung bergerak memberikan pertolongan. Seluruh awak perahu berhasil dievakuasi ke daratan. Namun, Heri Riandi ditemukan dalam kondisi kritis sehingga segera dilarikan ke RSUD Jampang menggunakan kendaraan milik warga.

Meski sempat mendapatkan penanganan intensif dari tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Personel TNI AL Pos Ujunggenteng, Serda Bambang Heryanto, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima informasi mengenai kecelakaan laut tersebut.

“Begitu mendapat laporan dari masyarakat, kami bersama unsur Forkopimcam Surade dan instansi terkait langsung menuju lokasi untuk membantu evakuasi, melakukan pendataan, serta memastikan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.

Kami juga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan mendampingi keluarga korban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi gelombang di perairan selatan Sukabumi masih tergolong tinggi sehingga berpotensi membahayakan aktivitas nelayan, khususnya ketika hendak keluar maupun kembali ke daratan.

“Kami mengingatkan seluruh nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca sebelum berangkat melaut. Jangan memaksakan diri apabila kondisi gelombang tidak memungkinkan, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegas Serda Bambang.

Setelah proses evakuasi selesai, aparat gabungan melakukan pendataan di lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir selatan Sukabumi.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas melaut saat gelombang besar melanda perairan selatan. Nelayan diminta selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.(Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *