PEKERJAAN PEMBESIAN IRPOM DESA CISURU DIDUGA TIDAK SESUAI RKS DAN SNI

banner 468x60

WH,.Cilacap, – Pekerjaan pembangunan bangunan irigasi perpompaan/irpom di Desa Cisuru, Kecamatan Cipari Kabupaten Cilacap setelah dilakukan pengecekan pekerjaan pembesian kelompok tani Bangun Sari diduga adanya perbedaan pemasangan terkait spesifikasi teknis pembesian, pasalnya besi untuk kolom utama tidak sama diameternya, besi sloof pake besi 9,2 mm harusnya pake besi 12 mm juga jarak cincin 22 cm sampai 24 cm tidak sesuai gambar teknis,

Konsultan Pengawas, Aan, menegaskan spesifikasi teknis. “Pembesian sloof bukan besi 10 mm seperti yang terpasang, tapi harus pakai besi 12 mm. Termasuk untuk kolom utama, Yang saya ketahui pembesian bagian bawah itu full. Memang pada tulangan pokok, kelompok campur memasang besinya ada yang 10 mm, 12 mm dan 13 mm,” jelas Aan.

Ia menambahkan, terkait pembesian sloof yang seharusnya besi 12 mm, SNI, namun dipasang besi10 mm, maka tetap akan terbitkan hitung ulang “Pake berapa batang yang tidak sesuai, selisih anggarannya dialihkan pada pekerjaan pipa. Karena saya sudah bilang ke ketua bahwa besinya tidak sesuai.”

Aan juga menyampaikan temuan lain. “Secara kebetulan sumur bor di RAB 60 meter, sementara kelompok ngebor 80 meter. Sudah saya suruh dihitung apa adanya. Pemasangan cincin kolom bawah sudah benar. Sementara cincin bagian atas yang jaraknya tidak sesuai belum bisa memastikan karena harus lihat lokasi. Jika benar, rangkaian pembesian sloof bisa diturunkan untuk diganti. Bahkan saya sudah menyampaikan ke PPL, rangkaian besi yang di Cisuru beda dari gambar.”

Terkait mutu beton, Aan menjelaskan. “Untuk beton K-175, tapi memang benar fakta di lapangan tidak mungkin sesuai. Terpengaruh dari bahan material, terutama jika pasir yang dipakai jelek. Beton bagus dari warna saja sudah kelihatan. Selain itu batu split juga harus dicuci, itu kan jarang dilakukan. Cara mencampur adukan beton sudah disarankan guna mencapai mutu 20 Mpa. Fakta di lapangan mereka susah, bekerja benar jika ada konsultan dan kedatangan media. Keadaan seperti itu bisa terjadi di wilayah manapun,” pungkas Aan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani, Bapak Muhtar, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa konsultan sudah menyampaikan terkait ada yang kurang sesuai. “Besi sloof sudah benar sesuai di gambar 10 mm,” tegas Muhtar.

Namun saat diminta memperlihatkan gambar teknis, ketua tidak dapat menunjukkan dengan alasan gambar dibawa orang lain yang sedang tahlilan.

Perbedaan keterangan terkait diameter besi yang ada pada gambar teknis antara konsultan dengan ketua kelompok tani menjadi tanda tanya besar di proyek irpom desa Cisuru ( Asep Supendi / Naistiani )

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *