PENYERAHAN SK KERMAHUDATARA BURU: KETUA MUHAMAD TAMSIL WAIKABU DAN SEKRETARIS WILYAM BATUWAEL SIAP KAWAL PEMBANGUNAN ADAT
WH.NAMLEA, MALUKU INDONESIA –
wartahukumnews.net
Di sebuah ruangan sederhana di samping Penginapan Rara, Namlea, tersimpan momen yang maknanya sangat besar bagi warga adat Kabupaten Buru.
Rabu (21/10/2026), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara (KERMAHUDATARA) Kabupaten Buru resmi menerima Surat Keputusan (SK) / Surat PKO. Dokumen tersebut bukan sekedar kertas, melainkan amanah, kepercayaan, sekaligus janji untuk menjaga persatuan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban itu dihadiri perwakilan Dinas KESBANGPOL (Kesatuan Bangsa dan Politik), jajaran DPD, serta para pengurus inti anggota KERMAHUDATARA Kabupaten Buru.
Badan kesatuan bangsa dan politik ( kesbangpol) Menitipkan SK .Kepada ketua kermahudatara Amanah besar yang di titipkan Harus di jaga dengan baik dan di gunakan dengan penuh amanah dan rasa tanggung jawab.
Acara dibuka sambutan perwakilan Dinas atas nama Kepala Badan (Kaban). Ia menyampaikan penyerahan ini merupakan pemberian kewenangan kepada organisasi kemasyarakatan untuk meneruskan Surat PKO kepada para pengurus kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara.
> “Penyerahan ini diberikan kewenangan ormas untuk menyerahkan surat PKO kepada para pengurus kerukunan masyarakat yang ada datang dari seluruh Nusantara Indonesia. Masyarakat Nusantara yang ada di Kabupaten Buru. Kemudian selanjutnya kami dari dinas menitipkan…”
Titipan tersebut adalah harapan agar surat yang diterima dijalankan sesuai aturan dan benar-benar memberi manfaat bagi warga adat yang selama ini setia menjaga tanah, laut, dan tradisinya.
Ketua MUHAMAD TAMSIL WAIKABU: Gunakan SK Dengan Baik
Suasana menjadi hening ketika Ketua DPD KERMAHUDATARA Kabupaten Buru, MUHAMAD TAMSIL WAIKABU, menyampaikan isi hatinya.
Dengan penuh syukur, beliau berpesan agar amanah ini dimanfaatkan sebaik mungkin oleh semua jajaran.
> “SK ini akan kami serahkan kepada pengurus, mudah-mudahan bisa digunakan dengan baik, itu harapan kami
ke depan,” ujar Muhamad Tamsil Waikabu.
Bagi beliau, pembangunan bukan hanya soal gedung, jalan, dan proyek. Lebih dari itu, pembangunan adalah soal manusia, tentang warga yang dilibatkan, didengar, dan dihargai.
> “Karena saya yakin, pembangunan atau perencanaan pemerintah seperti apa pun tidak akan tercapai dengan baik tanpa ada campur tangan dan keikutsertaan daripada masyarakat di dalamnya,” tegasnya.
>
> “Mudah-mudahan Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara di Kabupaten ini ke depan menjadi sebuah keberkahan buat masyarakat yang ada di sini,” tutupnya.
Ucapan tersebut menyentuh, karena di baliknya ada kerinduan agar warga adat tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pelaku, penjaga, dan keluarga besar yang ikut membangun Buru.
Sekretaris WILYAM BATUWAEL: Siap Bantu Pemerintah
Selanjutnya, Sekretaris DPD KERMAHUDATARA Kabupaten Buru, WILYAM BATUWAEL, berdiri di hadapan semua yang hadir.
Dengan tegas namun penuh ketulusan, ia menegaskan komitmen lembaga ini untuk selalu hadir mendampingi pemerintah daerah dalam segala bidang.
> “Dalam hal apa pun, pertanian, kelautan, semua apa yang bisa ya kita bantu, siap membantu pemerintah daerah, di dalam semua, untuk membikin sebuah kemudahan dalam persatuan dan kesejahteraan,” tegas Wilyam Batuwael.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan, serta berharap kerja sama ini semakin kuat. Sebab persatuan tidak lahir dari kata-kata saja, melainkan dari kerja bersama, saling membantu, dan saling menguatkan.
Di meja panjang itu, semua yang hadir saling menatap dan mengangguk. Ada rasa haru, bangga, dan tanggung jawab yang baru saja lahir.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, diskusi, dan foto bersama. Sederhana, namun hangat, seperti keluarga yang baru saja menerima tugas besar untuk menjaga kampung halamannya.

Turut meliput kegiatan tersebut Ketua PWRI Kabupaten Buru Halija Assagaf, S.H.
Penulis: Halija Assagaf, S.H.
Editor: Ida
