Nelayan Ujung Genteng Tewas Diduga Tersambar Petir di Perairan Agrabinta

banner 468x60

WH.Sukabumi – Seorang nelayan asal Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tewas di perairan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Sabtu (16/11/2024). Korban yang diketahui bernama Kalam Ilahi (34), diduga meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang melaut.

Kapolres Sukabumi melalui Kasat Polairud, AKP H. Tenda Sukendar, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh nelayan lain yang sedang melaut di lokasi tersebut. “Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di atas kapal miliknya, KM Kalam Ilahi, yang sudah dalam keadaan karam. Dugaan awal, korban tersambar petir karena lampu kapal mengalami kerusakan,” ujar AKP Tenda pada Sabtu siang.

Menurut laporan, korban berangkat melaut sendirian dari Dermaga Ujung Genteng pada Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 07.00 WIB. Pada Sabtu pagi, kapal korban ditemukan oleh para saksi, yaitu awak KM Fauzi Fazar, dalam keadaan lego jangkar di sekitar perairan Tower Jangkung, blok Cibuni, Kecamatan Agrabinta.

“Kapal ditemukan oleh empat saksi, salah satunya Jaenudin, yang melihat KM Kalam Ilahi karam. Ketika didekati, mereka menemukan korban sudah tidak bernyawa,” tambahnya.

Para saksi kemudian mengevakuasi korban ke daratan dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Polisi menduga korban tersambar petir mengingat kondisi lampu kapal yang rusak.

Setelah menerima laporan, Polairud Polres Sukabumi berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Cianjur dan Polsek Agrabinta untuk menangani insiden ini. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Situasi saat ini aman dan kondusif,” jelas AKP Tenda.

Korban yang merupakan warga Kampung Muara Dua, Desa Cikiruhwetan, Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi juga mengimbau nelayan lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut, terutama di tengah cuaca buruk.

“Musim hujan dengan intensitas petir seperti saat ini harus menjadi perhatian semua nelayan. Keselamatan adalah yang utama,” tutup AKP Tenda Sukendar. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *