WH.SUKABUMI – Warga Palabuhanratu semakin resah dengan banyaknya pengamen jalanan yang berdatangan ke toko-toko dan tempat makan. Tidak hanya satu atau dua, pengamen ini datang bergantian setiap 10 menit, membuat suasana menjadi bising dan kurang nyaman.

Aisah (34), seorang warga setempat, mengungkapkan rasa risihnya terhadap kondisi ini. “Setiap 10 menit pasti ada pengamen yang datang, dan bukan cuma satu, tapi banyak. Kita lagi makan atau ngobrol malah terganggu. Mereka nggak maksa minta uang, tapi bikin suasana nggak nyaman,” ujarnya saat ditemui di salah satu warung makan.
Menurut pantauan, para pengamen ini sering kali mendatangi tempat makan kecil hingga kafe di sekitar Palabuhanratu. Mereka bernyanyi bergantian di hadapan pengunjung, terkadang membawa alat musik sederhana seperti gitar atau hanya menggunakan tepukan tangan. Meski niatnya untuk mencari nafkah, keberadaan mereka yang terlalu sering dianggap mengganggu.
“Baru saja selesai satu pengamen pergi, beberapa menit kemudian ada lagi yang datang. Kalau terus seperti ini, kita jadi malas makan di luar,” tambah Aisah.
Warga berharap ada tindakan dari pemerintah daerah atau dinas terkait untuk menangani masalah ini. Pendekatan yang lebih terorganisir, seperti memberikan ruang khusus untuk pengamen atau menyediakan lokasi yang diatur, dinilai dapat menjadi solusi.
Selain itu, pembinaan bagi para pengamen agar bisa tampil lebih teratur dan tidak mengganggu ketertiban umum juga diharapkan bisa dilakukan. “Mereka memang berusaha cari rezeki, tapi harusnya ada aturan biar nggak mengganggu orang lain,” tutup Aisah. (Suherna-Ule)
editor : Ida











