WH.Sukabumi – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, bersama sejumlah pemangku kepentingan, memantau langsung lokasi terdampak banjir di Palabuhanratu, termasuk Puskesmas Palabuhanratu yang mengalami dampak paling parah.

“Kami sudah memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, meskipun Puskesmas Palabuhanratu terdampak banjir. Pelayanan sementara dipindahkan ke sekretariat bersama di kantor kelurahan baru. Tidak ada hambatan untuk pelayanan masyarakat,” ujar Agus saat ditemui di lokasi, Kamis (5/12).
Agus menjelaskan, banjir yang terjadi tahun ini tergolong lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Setiap tahun memang langganan banjir, tetapi tahun ini lebih parah. Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pimpinan untuk menentukan apakah Puskesmas ini akan direnovasi atau dipindahkan,” tambahnya.
Banjir tersebut juga merusak dua unit mobil ambulans dan dua mobil pribadi. Namun, alat kesehatan besar berhasil diselamatkan. “Alhamdulillah, laporan kerusakan alat kesehatan besar tidak ada, karena sudah diamankan di atas meja. Hanya kursi yang kotor dan alat kecil yang terdampak,” jelas Agus.
Terkait kondisi kesehatan para korban banjir, Dinas Kesehatan telah mendirikan tiga posko di wilayah Palabuhanratu. “Saat ini pengobatan sedang berjalan. Sementara ini, laporan yang kami terima hanya penyakit ringan seperti flu dan batuk,” katanya.
Secara keseluruhan, terdapat 58 posko pengungsian di Kabupaten Sukabumi dengan 170 petugas kesehatan yang siaga. “Untuk wilayah Palabuhanratu, ada 15 posko pengungsian dengan total 1.420 pengungsi. Petugas medis sudah standby sejak kemarin,” ujar Agus.(Nanan Apon)
editor : Ida











