WH.SUKABUMI – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Pajampangan dalam beberapa hari terakhir memicu bencana longsor di Desa Cikarangesan, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Longsor tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah rumah warga dan memaksa ratusan kepala keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sebanyak 21 rumah dilaporkan rusak akibat pergeseran tanah, sementara 134 Kepala Keluarga (KK) kini harus meninggalkan rumah mereka untuk menghindari risiko longsor susulan. Kepala Desa Cikarangesan, Ino, menyebut situasi saat ini sangat memprihatinkan karena belum ada bantuan yang datang.
“Para warga yang terdampak sudah kami evakuasi ke tempat aman, termasuk ke rumah saudara atau kerabat mereka. Tapi sampai sekarang, belum ada bantuan logistik dari pemerintah atau pihak mana pun. Warga sangat membutuhkan bantuan segera,” kata Ino, Sabtu (7/12/2024).
Ia juga membeberkan lokasi titik longsor yang tersebar di wilayah tersebut, seperti Jalan Cibodas-Ciranjang RT 17/04, Jalan Nyalindung-Cikuya RT 20/04, Nyalindung Cekdam-Ciranjang RT 19/04, Pamoyanan-Cibayawak RT 14/03, dan di Kedusunan 4 Nyalindung yang mengalami lebih dari 15 titik longsor, termasuk 7 permukiman warga.
“Berdasarkan data kami, ada 21 rumah yang rusak berat, sementara 58 rumah lainnya berada di zona rawan longsor. Sebanyak 134 kepala keluarga saat ini harus mengungsi untuk keselamatan mereka,” jelasnya.
Ino berharap pemerintah segera turun tangan untuk membantu warganya yang tengah berjuang menghadapi situasi sulit ini.
“Warga saya sangat membutuhkan bantuan, terutama logistik dan perlengkapan darurat. Kami di tingkat desa sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi kemampuan kami terbatas,” ujarnya dengan nada penuh harap. (Nanan apon)
editor : Ida











