WH.Sukabumi – Kawasan wisata Gado Bangkong di Palabuhanratu kini berubah menjadi area yang kumuh. Lokasi yang seharusnya menjadi destinasi wisata ini dipenuhi sampah, tempat jualan yang tak tertata, dan bahkan dijadikan lahan parkir perahu. Tercatat ada sembilan perahu yang terparkir di atas alun-alun laut Gado Bangkong.

Kasatpol PP Sukabumi, Ahmad Riyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menertibkan kawasan tersebut. “Kami rutin melakukan pengamanan di kawasan ini setiap hari. Sekarang, kami sudah memasang tiga papan peringatan yang lebih permanen, karena sebelumnya spanduk dan banner yang dipasang sering hilang,” ujarnya, senin (6/1/2025).
Menurut Riyadi, intensitas penertiban akan terus ditingkatkan. Pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif selama beberapa bulan terakhir, namun ke depan akan lebih tegas lagi. “Setiap Senin, kami menggelar operasi penertiban. Kami fokus pada barang dagangan yang ditinggal pemiliknya dan perahu-perahu yang parkir di lokasi yang tidak semestinya,” jelasnya.
Saat ditanya soal alih fungsi fasilitas umum menjadi tempat parkir perahu dan ruang dagang, Riyadi mengaku sudah lama mengimbau masyarakat agar lebih tertib. “Awalnya hampir seluruh area digunakan untuk berdagang, tetapi sekarang sudah mulai berkurang. Namun, untuk benar-benar bersih, itu masih perlu proses,” katanya.
Riyadi menambahkan bahwa Satpol PP tetap mengedepankan pendekatan humanis meski mendapat respons beragam dari masyarakat. “Kami tetap menghimbau dengan baik. Masyarakat boleh mencari nafkah, tapi harus sesuai aturan. Ini fasilitas umum, milik kita bersama. Jika ingin berdagang, nanti akan ditempatkan di lokasi yang sudah ditetapkan,” imbuhnya.
Terkait kebersihan kawasan, Riyadi menjelaskan bahwa itu menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara Satpol PP fokus pada ketertiban. “Kami hanya membantu pengamanan dan trantibum. Untuk masalah kebersihan, itu tanggung jawab DLH,” tutupnya. (Nanan apon)
editor : Ida











