Tawuran Berdarah di Sukabumi, Tiga Orang Terluka Akibat Sajam

banner 468x60

WH.Sukabumi – Tawuran antar kelompok pelajar dan alumni dari tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sukabumi dan Cianjur pecah di Jalan Raya Rambay, tepatnya Kampung Tagog Bayur, Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (11/1/2025) dini hari.

Aksi tersebut melibatkan pelajar dari SMK Tegalbuleud, SMK Sagaranten, dan SMK Agrabinta. Bentrokan yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu mengakibatkan tiga orang terluka akibat sabetan senjata tajam (sajam).

“Korban berinisial AD (26), seorang alumni SMK Sagaranten, mengalami luka robek pada bahu kanan hingga harus mendapat 22 jahitan, serta luka ringan pada kedua lutut,” ujar Kapolsek Tegalbuleud, Iptu Azhar Sunandar.

Selain itu, korban lainnya adalah RR (17), pelajar asal Kampung Bobojong, Kecamatan Cidolog, yang mengalami luka robek pada kaki kanan dengan 20 jahitan serta luka di tangan kanan dengan dua jahitan.

“Korban ketiga, MAR (19), pelajar asal Sagaranten, menderita luka robek pada pangkal paha yang mendapat tiga jahitan, luka lecet di kening, dan memar di punggung,” tambahnya.

Menurut keterangan Iptu Azhar, insiden bermula ketika MAR bersama teman-temannya berangkat dari Sagaranten menuju Tegalbuleud menggunakan tujuh sepeda motor. Mereka bergabung dengan tiga motor lainnya di Cidolog setelah menerima tantangan tawuran dari pelajar SMK Tegalbuleud dan SMK Agrabinta.

Tawuran yang direncanakan berlangsung di Jembatan Cibeureum, Desa Rambay, batal karena lokasi sepi. Namun, saat tiba di Kampung Tagog Bayur, mereka bertemu dengan kelompok pelajar SMK Tegalbuleud dan SMK Agrabinta.

“Di lokasi itu, tawuran menggunakan senjata tajam pun terjadi. Bentrokan berlangsung singkat, hanya sekitar dua menit, sebelum kelompok pelajar SMK Sagaranten melarikan diri karena dua teman mereka terluka,” jelas Iptu Azhar.

AD dan RR yang terluka dibawa teman-temannya menggunakan sepeda motor, sedangkan MAR yang ditinggalkan di lokasi akhirnya mendapat pertolongan warga setempat.

“Pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB, MAR dijemput oleh orang tuanya,” ungkapnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, termasuk dua senjata tajam, satu sarung celurit, dan sebuah helm hitam. Dugaan sementara, tawuran dipicu oleh dendam lama antar pelajar dan alumni yang diperparah oleh provokasi di media sosial.

“Lokasi kejadian cukup strategis dan jauh dari permukiman warga. Hal ini membuat masyarakat sekitar tidak berani membubarkan aksi karena khawatir menjadi sasaran,” pungkas Iptu Azhar. (Nanan apon)

editor : Ida

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *