WH.BOGOR – (20/01/2025) Camat Dramaga Atep S Sumaryo SH.MH.,menjelaskan kepada awak media warta hukum net, hari ini rapat Singkronisasi data lahan dan juga tanaman serta ternak yang ada di wilayah kecamatan Dramaga.kami mengundang porpokimcam,ibu danramil beserta para Babinsa,pak Kapolsek para Babinkamtibmas juga dari UPT wilayah 6 UPT pertanian, kordinator penyuluh,penyuluh swadaya dan juga dari KTNA,yang di bahas adalah Singkronisasi data yang mengarah kepada ketahanan pangan serta pemetaan tanah yang banyak padinya yang banyak palawijanya ,peternaknya dan perikannannya,saya kaget dari 10 desa yang ada di kecamatan Dramaga ternyata masyarakat yang exsis menanam padi itu hanya ada di 3 desa , Purwasari, Ciherang sama Cikarawang,selebihnya palawija,ada jagung ada ubi jalar ada singkong ada juga tanaman sayur -sayuran.
terkait tanaman padi kenapa hanya ada 3 desa kesulitannya di irigasi yah pak, keluhan dari para petani irigasi yang memang sekarang banyak yang kurang maksimal jadi pertemuan ini akan kami rutinkan minimal 13 kali untuk mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan para petani untuk swasembada pangan di wilayah kecamatan Dramaga.”ucapnya.
Camat Dramaga juga menambahkan, harapan saya inikan ada beberapa dinas yah punya regulasi gambarnya pupr terkait pengairan jadi di gambarpun terkait dengan bibit-bibitan dan juga penyuluh dinas ketahanan pangan terkait dengan bantuan bibit-bibitan holtikultura.
saya menghimbau kepada para kepala desa agar meningkatkan intensifitas pertanian,memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama di pengairan irigasi yang menjadi kewenangan desa agar masyarakat petani yang mau menanam padi peternakan bisa bisa terpakai alokasi dengan anggaran yang memang apabila di mungkinkan dari dana desa atau dari samisade.tutup camat dramaga.kemudian Amay Wijaya ketua kelompok tani desa Neglasari menambahkan kalau rapat tadi di babarkan dari pak camat terus dari danramil dari bapak Kapolsek itu mengacu ke program pemerintah saat ini untuk ketahanan pangan semua nah ini memang dia lapangan subersitasnya emang masalahnya di situ,AIR kenapa sekarang para petani susah menanam padi karena itu ketersediaan airnya tidak setabil,malah cuma mengandalkan air hujan seperti itu, khususnya di Neglasari,sayakan di Neglasari itu laporan taunan,bulanan ga ada padi noll,semuanya palawija semua gitukan,kenapa ga ada padi,katanya di desa Neglasari secara irigasi kerusakan tingkat tinggi ga ada itu puncaknya ada di desa petir dan Purwasari karena di desa Neglasari jalur irigasinya tidak banyak tebingan yang banyak tebingan itu di desa petir itu yang jadi masalah,itu tadi di jawab sama pak camat mengajukan secara peralon besar, sumber airnya ada itu di DDI cisasah kanan itu melingkupi beberapa desa tuh 3 desa cisasah kanan Purwasari,petir sama Neglasari,yang penting di atas dulu bener nih dari desa Purwasari benerin dulu nantikan tumpahnya ke desa petir nah nanti di sana ada bendungan lagi di desa petir nanti tumpahnya ke desa Neglasari yang memanfaatkan itu seperti itu keadaannya.ya harapan saya sih setelah ini ya kedepannya para petani ini ketika program ini sudah berhasil berjalan perbaikan irigasi para petani bisa menanam padi karena menanam palawija-palawija itu hasilnya kurang maksimal karena harus ada regulasi pola taman karena tanah ini hanya sebatas media tanam butuh harus rolinglah nanam padi berapa bulan misalkan dua kali nanam padi baru nanam sayuran lagi supaya bagus seperti itu,udah kadar terlalu asam gitu seperti itu,susah untuk mendapatkan hasil maksimal di palawija juga karena tanahnya di paksakan itu-itu terus.
Ada juga padi itukan sekarang yang tanpa harus pakai air yah,oh itu padi Gogo ya seperti itu,itu kurang efektif pak.kenapa satu itu terlalu lama juga yah hampir 3 bulan lebih itu padi Gogo sampai 4 bulan mungkin bisa panen nah anakannya itu engga seperti padi tanpa air, jumlah anakan itu bisa sampai 30 sampai 50.buat komoditas ubi yah,kalau ubi yah itu ada beberapa katagori paritas yah putih,merah terus ada ubi ungu ,untuk di ubi merah ini
Merah terus ada ubi ungu ,untuk di ubi merah ini perhektar bisa nyampe 17 sampai 20 ton ubi merah per 1 hektar nah kalau ubi putih bisa nyampe 25 sampai 30 perhektar nah itu.kalau terong hitungannya permusim yah ,kalau terong inikan dia itu tanam dari mulai tanam sampe panen itu kurang lebih 2 bulan,dua bulan panen itu di puncak-puncaknya perhektar itu bisa sampe 2 ton,3 ton permusim tuh per 4 hari sekali panen terong dari umurnya itu bisa nyampe 10 bulan bahkan kalau perawatannya bagus bisa sampe setahun panjang banget.kalau buat dinas terkait khususnya yang ada di kabupaten Bogor. intinya ajuan-ajuan para petani ini masyarakat petani ya.
Ini minta pengawalan yah semua tiap semua instansi bukan hanya dari dinas yah,dari desa, kecamatan bahkan sampai nanti ke dinas pertanian gitu,pengawalanlah buat usul-usulan yang udah prioritas gitu,minta di kawal ajah seperti itu pengawalanya jangan sampai ajuan yang kita ajukan sampai ke meja-meja ininya sudah coret-coret serta itu.kalau penyuluhan sudah ada pak, karenakan penyuluhan ini satu paket karena sama keadaan, keadaannya seperti apa di lapangannya, karenakan di dinas juga sendiri mengacunya ke ketahanan pangan semua satu komando,tapi gimana lagi gitukan kalau yang tidak ada air dan masyarakat pun kalau menurut saya sebagai petani untuk mendapatkan putaran ekonomi lebih cepat memang dia memilih ke sayuran yang di jual lebih cepat,nah itu sih kalau buat para petani memang membutuhkan putaran yang lebih cepat mungkin lebih ke holti tanamanya holtikultura karena lahan semakin dekat pasar pasti yang kita kejar perputarannya.


Kalau di desa Neglasari terbanyak mungkin ya peternakannya bahkan sekarang yang sekarang bikin di pak RW Aceng itu kurang lebih 500 meter bikin kandang masuk sekitar 200 ekor kambing sekarang lagi di bikin sekarang.”pungkasnya.
(Rachman/Hoeriyah)
editor : Ida











